PALANGKA RAYA – Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (Lohsar) Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, Achmad Sugianor mengungkapkan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalteng menunjukkan tren kenaikan pada periode awal tahun 2024. Data dari 25 perusahaan menunjukkan bahwa dari jumlah tersebut, hanya 20 perusahaan yang menyampaikan data yang dapat diolah.
Berdasarkan hasil pengolahan data dari perusahaan-perusahaan yang menyuplai data, telah ditetapkan harga TBS untuk periode I bulan Juli 2024 sebagai berikut harga minyak sawit (CPO) Kalteng mencapai Rp12.760,40 per kg, mengalami kenaikan sebesar Rp224,95 dari bulan Juni 2024. Harga inti sawit naik menjadi Rp7.875.000 per kg + PPN, dari Rp7.875.600 periode sebelumnya. Indeks “K” berada pada 89,38%.
Dalam perincian harga berdasarkan umur tanaman kelapa sawit, Achmad Sugianor menjelaskan bahwa harga TBS untuk periode I bulan Juli 2024 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya umur 3 tahun: Rp2.901,86 per kg, umur 4 tahun: Rp2.285,09 per kg, umur 5 tahun: Rp2.469,12 per kg, umur 6 tahun: Rp2.540 per kg, umur 7 tahun: Rp2.440,71 per kg, umur 8 tahun: Rp2.540 per kg, umur 9 tahun: Rp2.540,99 per kg, umur 10-20 tahun: Rp2.860,82 per kg.
“Diharapkan harga TBS yang telah ditetapkan ini dapat menjadi standar yang wajar untuk pembayaran yang dilakukan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kepada pekebun mitranya,” ujar Achmad Sugianor, Senin 22 Juli 2024.
Peningkatan harga TBS ini mencerminkan kondisi pasar yang dinamis dan upaya untuk memastikan bahwa para pekebun mitra dapat menerima pembayaran yang adil sesuai dengan hasil produksi mereka. Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah terus memonitor dan mengolah data secara rutin untuk mendukung transparansi dan keadilan dalam industri perkebunan di daerah ini.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post