SAMPIT – Memasuki musim kemarau, masyarakat diminta untuk menjaga lahan terutama lahan-lahan yang belum dimanfaatkan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat lahan kosong sangat rawan menjadi incaran kebakaran di musim kemarau.
“Pemerintah juga sudah mulai bersiap menghadapi musim kemarau, dan pada hari ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah menggelar rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di gedung Pusdalops BPBD Kotim,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Kamis 4 Juli 2024.
Hal itu lanjutnya, dengan pertimbangan yang dilakukan berdasarkan prakiraan awal musim kemarau pada Agustus dasarian I, maka Pemerintah Kabupaten Kotim menetapkan status siaga karhutla tahun 2024 dilaksanakan selama 90 hari terhitung dari 4 Juli sampai 1 Oktober 2024.
“Sementara, apabila dikemudian hari hotspot dan kejadian kebakaran meningkat maka status siaga karhutla akan dinaikkan menjadi status tanggal darurat karhutla, dan akan dilakukan rapar koordinasi kembali untuk penerapan status tersebut,”tegasnya.
Lanjutnya, berdasarkan informasi BMKG, meski beberapa hari terakhir terjadi hujan namin pada hari ini tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di seluruh wilayah Kotim. Sehingga kemungkinan terjadinya hujan sangat kecil, dan kalaupun ada hujan hanya hujan ringan hingga sedang.
“Saat ini wilayah Kotim memang belum ditemukan hotspot atau titik panas, karena berdasarkan peta kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah, Kotim masih bestatus aman atau biru. Meski demikian, kita minta agar masyarakat tetap waspada akan potensi-potensi yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post