SAMPIT – Pedagang di Terowongan Nur Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur sampaikan aspirasi kepada Bupati Halikinnor dan juga Camat Baamang Sufiansyah. Baik itu persoalan lahan parkir maupun keadaan lingkungan sekitar. Hal itu disampaikan saat Bupati bersama camat melakukan penijauan di lokasi pada 3 Juli 2024 malam.
“Kita memeriksa penerangan dan lampu-lampu yang berada di Terowongan Nur Mentaya, sembari mendengar aspirasi masyarakat dan pedagang,”kata Halikinnor, Kamis 4 Juli 2024.
Diketahui, Halikinnor didamping PIt Kepala Dinas Perhubungan Rody Kamislam dan Camat Baamang Sufiansyah meninjau sepanjang jalan terowong Nur Mentaya sampit. Halikinnor menyusuri Terowongan Nur Mentaya Sampit melihat keadaan lampu dan suasana malam. Tak hanya berdialog dengan masyarakat yang saat itu juga menikmati kuliner di ikon Kotim tersebut.
Sementara pedagang di wilayah itu Romlah menyampaikan, saat ini masyarakat masih ramai mengunjungi Terowongan Nur Mentaya pada malam hari. Namun ia berharap ada lahan parkir yang tersedia agar kendaraan yang parkir di pinggir jalan tidak menutupi warung serta tidak menggangu lalu lintas.
Sedangkan warga sekitar Toni mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang bergerak cepat merespon keluhan masyarakat sekitar terkait suara bising musik-musik warung pinggir jalan tersebut.
“Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi yang membunyikan musik kencang sampai tengah malam, sehingga masyarakat sekitar bisa berisitrahat dengan tenang,”ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan hal serupa terkait dengan lahan parkir untuk para pengunjung di Terowongan Nur Mentaya. Pasalnya menurut Toni, kendaraan roda dua bahkan roda empat yang parkir di pinggir jalan sudah memasuki badan jalan, sehingga jalan menyempit dan tidak jarang mengganggu akses lalu lintas di wilayah itu.
“Mengingat jalan cilik Riwut ini merupakan lintas kabupaten sehingga cukup padat yang lalu lalang di wilayah ini, dikhawatirkan jika banyak kendaraan yang parkir di pinggir jalan akan menghambat pengguna lainnya yang notaben nya ketika melewati jalan ini melaju dengan kecepatan tinggi,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post