SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson berharap, pada tahun 2024 ini pemerintah dapat merealisasikan janji politiknya kepada masyarakat, yakni agar seluruh desa di Kotim menjadi terang. Dengan kata lain sudah teraliri listrik dengan baik.
“Apalagi pemerintah pusat menjanjikan membantu perluasan jaringan listrik PLN di Kalimantan Tengah, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan target seluruh desa teraliri listrik paling lambat pada tahun 2024,”ujarnya, Senin 17 Juni 2024.
Lanjutnya, Saat ini ada lebih dari 400 desa di Provinsi Kalimantan Tengah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN. Akibatnya masyarakat harus mengandalkan mesin diesel maupun pembangkit tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik.
“Khusus di Kotim ada 47 desa yang belum terjangkau listrik PLN. Namun belum lama ini telah tersambung untuk lima desa sehingga tersisa 42 desa yang diharapkan bisa dituntaskan masalah kelistrikannya paling lambat 2024,”bebernya.
Masuknya jaringan listrik PLN ke seluruh desa diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian. Selain dapat memudahkan aktivitas seperti belajar dan pelayanan, pasokan listrik PLN juga bisa mendorong tumbuhnya sektor usaha mikro kecil dan menengah.
Terpisah Bupati Kotim Halikinnor menyebutkan, ada sejumlah program tahun 2023 yang belum terealisasi. Karena itu, dia memprioritaskan tahun ini semua program tersebut bisa dilanjutkan.
“Program prioritas tahun 2024 masih melanjutkan pembangunan sebelumnya. Seperti program Sampit Terang belum sepenuhnya terealisasi. Masih ada gang-gang yang belum beraspal atau belum disemen. Masih ada juga lampu yang belum bagus, sehingga diharapkan program tersebut dapat dilanjutkan tahun ini,”terangnya.
Sebelumnya diketahui, Bupati Kotim Halikinnor didampingi Ketua DPRD Kotim Rinie menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelistrikan Provinsi Kalimantan Tengah bertempat di Hotel Mulia Senayan Jalan Asia Afrika Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dalam rangka percepatan pengembangan kelistrikan di Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk listrik perdesaan yang belum mendapatkan akses listrik dari PLN, diperlukan sinergi dan kerja sama antara Kementerian/Lembaga,
Pemprov, Pemkab/Kota, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta PT.PLN (Persero). Hal ini juga mendapat perhatian khusus dari pimpinan dan anggota komisi VII DPR-RI khususnya dari derah pemilihan kalimantan, Oleh karena itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyelenggarakan FGD.
Halikinnor berharap tahun 2024 desa di Kotim hingga pelosok sudah bisa teraliri jaringan listrik. Begitu juga dengan desa yang blankspot agar tahun ini juga sudah bisa masuk jaringan internet.
“Saya ingin bagaimana nanti desa kita sampai ke pelosok tidak ada lagi yang tidak masuk jaringan listrik. Begitu juga tidak ada lagi yang blankspot. Sedangkan di dalam kota, sesuai visi misi Harati, yaitu Sampit bersih, bebas banjir, dan terang. Ini secara bertahap sudah kami lakukan,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post