SAMPIT – Kepala Disdukcapil Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang menyampaikan, pengguna Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kotim masih rendah. Hal itu lantaran banyak masyarakat merasa khawatir datanya diretas hacker.
“Padahal, keamanan aplikasi tersebut sudah dijamin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), namun masih ada masyarakat yang khawatir kalau IKD diretas. Kita juga sudah menjelaskan bahwa keamananya tingkat tinggi. Kalau sudah membuka aplikasi itu tidak dapat di screenshot,” ujarnya, Jumat 7 Juni 2024.
Selain itu lanjutnya, saat aktivasi, ada enam digit password yang diberikan melalui email. Password tersebut dapat diubah oleh pengguna, misalnya apabila pengguna lupa password-nya sendiri sehingga tidak bisa dibuka sembarang orang.
“Saya berharap masyarakat Kotim khususnya yang mempunyai ponsel berbasis android agar segera membuat IKD. Pasalnya, layanan kependudukan sekarang tidak hanya fisik saja, tapi juga digital,”tegasnya.
Agus juga menyebutkan kendala lainnya yaitu beberapa hal masih ada instansi yang menanyakan fisik dokumen kependudukan, meskipun sudah menunjukkan IKD. Sehingga masyarakat beranggapan IKD belum diperlukan.
“Mungkin karena beberapa instansi juga masih menunggu instruksi dari pusat, begitu juga dengan masyarakat, mungkin ada aturan wajib menggunakan baru mereka melakukan aktivasi IKD,” bebernya.
Untuk informasi, dari jumlah penduduk wajib KTP di Kotim, baru 16,72 persen yang melakukan aktivasi IKD, sementara target nasional adalah 25 persen.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post