SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menyerahkan bantuan pangan dari cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) setempat ke desa yang masih terendam banjir.
“Kemarin kami selain meninjau kondisi banjir fi Desa Hanjalipan, kami juga menyerahkan bantuan langsung bahan pangan CPPD kepada warga,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Senin, 3 Mei 2024.
Disampaikan, dirinya didampingi Asisten I Setda Kotim, Kadis Sosial Hawianan, Kalaksa BPBD Multazam K Anwar dan sejumlah OPD lainnya menyerahkan langsung bantuan bahan pangan tersebut ke Desa Hanjalipan.
Bantuan dengan cepat disalurkan kepada warga di desa itu. Setidaknya ada 460 KK atau 1. 162 jiwa yang terdampak banjir di Desa Hanjalipan. Sehingga bantuan ini upaya Pemkab Kotim dalam meringankan beban warga yang terdampak banjir.
“Setiap KK akan menerima 10 kg beras tentunya dengan bantuan lainnya. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban mereka,” ucapnya.
Ditambahkan Pemkab Kotim telah berupaya melaksanakan respon cepat atas kejadian banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kotim, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim memberikan bantuan berupa beras CPPD berjumlah 22 ton lebih atau 22.160 kg, sesuai dengan data yang masuk dari BPBD dan Dinas Sosial.
CPPD ini bantuan pamgan yang memang dikhususkan untuk adanya peristiwa darurat seperti bencana banjir maupun kekeringan.
“Beras ini merupakan cadangan pangan dari pemerintah daerah untuk hal-hal yang darurat seperti ini (banjir,red),” ucapnya.
Lebih lanjut, meski bantuan tersebut tidak seberapa nilainya, namun Halikinnor berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para warga yang sedang dilanda musibah banjir.
“Alhamdulillah persediaan bantuan beras kita cukup aman dan masih ada untuk terus kita salurkan kepada masyarakat terdampak,” sebutnya.
Meski demikian, Halikinnor juga berharap pihak-pihak lainnya baik masyarakat maupun perusahaan swasta bersedia membantu meringankan beban para korban banjir.
Ketinggian air di Desa Hanjalipan mencapai 60 -100 cm. Banjir di wilayah ini biasanya bertahan sekitar sebulan dengan ketinggian bervariasi. Karena, kondisi tanahnya berada di dataran rendah, letaknya di pinggir Sungai Mentaya sehingga rawan banjir.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post