SAMPIT – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit menjalani Skrining Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Sampit.
“Kegiatan ini dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular khususnya penyakit paru. Maka dari itu Lapas Sampit bekerja sama dengan Puskesmas Ketapang I untuk melakukan Pemeriksaan Deteksi dini PPOK dilakukan oleh dr.Efrain, Kendek Biring dan dr.Fanda Aryani serta petugas puskesmas Ketapang I Kota Sampit,”kata Kalapas Sampit Meldy Putera, Rabu 29 Mei 2024.
Kegiatan ini lanjutnya, menyasar WBP Lapas Sampit yang berusia 40 tahun keatas. Karena PPOK (Penyakit Obstruktif Kronis) merupakan penyakit yang sering ditemukan pada usia diatas 40 tahun, dan sering mengalami penyulit berupa gangguan pernapasan yang berat, seringnya eksaserbasi, komorbid yang dapat menyebabkan buruknya kualitas hidup dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
“Screening PPOK ini dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut. Adapun WBP yang diambil sampel yaitu 100 orang,”bebernya.
Menurutnya, para WBP dipandu untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan mulai dari pendataan melalui pengisian kuesioner, wawancara faktor risiko PTM, pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, wawancara PUMA, pemeriksaan kadar monoksida (CO), dan dilanjutkan dengan pemeriksaan spirometri.
“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Dokter Spesialis Paru-paru dan Dokter Umum serta Petugas Kesehatan Puskemas Ketapang I Kota Sampit yang telah memberikan pelayanan yang baik terhadap WBP, salah satunya kegiatan deteksi dini PPOK ini,”ujarnya.
Tambah Meldy, pihaknya menyambut baik adanya kegiatan deteksi dini PPOK ini. Apalagi selama ini kerjasama dan kolaborasi Lapas Sampit sudah berjalan dengan baik, tidak hanya kegiatan pemeriksaan kesehatan pada hari ini saja, tapi juga kegiatan lain sebelumnya seperti pemeriksaan HIV/ AIDS, Tubercolosis (TB) deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan ketika ada tahanan baru masuk Lapas, dan sebagainya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post