SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memberi perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan. Hampir setiap tahunnya anggaran Rp50 miliar digelontorkan untuk jaminan kesehatan masyarakat Kotim.
“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat ini harus benar-benar kita perhatikan. Karena ini tak dasar masyarakat,” katanya, Senin, 26 Mei 2024.
Ditegaskan, dirinya pun tidak ingin ada warganya yang sakit dan tidak berobat karena alasan biaya. Oleh karena itu Pemkab Kotim menggelontorkan anggaran sebesar Rp 50 miliar setiap tahunnya untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat setempat.
Bahkan Kotim telan mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan menyeluruh dalam kepesertaan BPJS Kesehatan sejak tahun 2018 lalu.
“Jadi tidak ada alasan warga tidak dilayani dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena hampir 90 persen masyarakat kita punya jaminan kesehatan. Sehingga semua mendapat pelayanan kesehatan yang sama,” ucapnya.
Halikinnor juga memerintahkan jajarannya untuk segera membantu jika ada warga yang perlu bantuan kesehatan maupun kebutuhan pokok. Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk segera membantu.
Secara pribadi, Halikinnor juga terus memberikan bantuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Hingga saat ini sudah ada sekitar 100 kursi roda yang diberikannya untuk warga yang memerlukan.
Di sisi lain, Halikinnor juga meminta masyarakat untuk bersabar dan mengikuti prosedur dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Apalagi saat ini jumlah pasien terus bertambah seiring meningkatnya jumlah penduduk.
Dia mencontohkan jumlah pasien di RSUD dr Murjani yang dulunya hanya sekitar 300 orang, kini mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Selain dampak pertambahan penduduk Kotawaringin Timur, peningkatan ini juga karena rumah sakit tersebut menjadi rujukan pasien dari kabupaten tetangga seperti dari Seruyan, Katingan dan sekitarnya.
“Saya berterima kasih karena manajemen RSUD dr Murjani terus berbenah. Antrean bisa diurai dengan cara digitalisasi. Semua dipermudah, sekarang pendaftaran secara online dan langsung ke bidang masing-masing sehingga orang yang datang sudah tahu nomor antreannya dan bisa memperkirakan waktu dilayani,” tutupnya.
(Dev/matakalteng)





















Discussion about this post