SAMPIT – Petugas Pemungutan Suara (PPS) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) serta bupati dan wakil bupati Kotim di beberapa desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum dapat mengikuti pelantikan. Penyebabnya akses menuju ibukota kecamatan tidak bisa dilalui karena tergenang banjir.
“Mekanisme pelantikan PPS ini dilakukan dengan dua mekanisme yaitu secara langsung dan daring atau virtual,” kata Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi, Minggu 26 Mei 2024.
Pelantikan PPS secara langsung dilakukan untuk desa yang ada di tiga kecamatan yaitu Mentawa Baru Ketapang (MBK), Baamang dan Seranau. Sementara untuk desa di luar kecamatan itu dilakukan secara daring.
Namun ada beberapa desa di dua kecamatan yang tidak dapat mengikuti pelantikan, karena terkendala bencana alam. Disampaikan, seperti di Desa Tumbang Towung, LuLuk Bagantung, Tumbang Tawan dan Tumbang Seluang Kecamatan Bukit Santuai, serta di Desa Santilik, Kapuk dan Pantap Kecamatan Mentaya Hulu.
“Jalan menuju ibukota kecamatan itu banjir, jadi sebenarnya mereka ini sudah berangkat tapi harus balik lagi karena di pertengahan jalan tidak bisa melintas, sebagian dari neraka juga ada yang terletak,” terangnya.
Oleh sebab itu, KPU Kotim akan kembali menjadwalkan ulang untuk pelantikan beberapa desa tersebut. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PPK setempat kapan dapat mengumpulkan kembali para PPS yang belum dilantik.
“Dalam satu dua hari ini akan kita agendakan. Kami rapatkan dulu apakah nanti pelantikan dilakukan secara langsung atau virtual. Secepatnya,” ucapnya.
Diketahui, jumlah PPS di Kotim yang seharusnya dilantik secara serentak berjumlah yaitu 555 orang hari ini. Karena setiap desa terdapat 3 orang PPS, sehingga jika ada 7 desa yang belum dilantik maka ada 21 orang PPS yang harus dijadwalkan ulang pelantikannya.
(dev/matakalteng)






















Discussion about this post