SAMPIT – Harga hewan kurban naik pada tahun ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) . Kenaikan harga ini karena mahalnya biaya pengiriman ke Kabupaten Kotim. Rata-rata harga hewan kurban khususnya sapi dengan bobot 70 kg dikisaran Rp18 juta lebih.
“Kalau tahun kemarin dengan bobot 70 kg itu harganya Rp17 juta. Sekarang paling rendah Rp18, 5 juta,” kata Sugito, salah satu pedagang atau pengepul hewan kurban, yang ada di jalan Semekto Sampit, Rabu, 15 Mei 2024.
Naiknya harga hewan kurban tahun ini diakui Sugito, karena biaya pengiriman dari Pulau Jawa ke Sampit yang cukup mahal. Disampaikan, sebelum dikirim ke Sampit, hewan-hewan tersebut divaksin dulu. Kemudian setelah mendapatkan rekomendasi baru dikirim. Akibatnya biaya pengiriman hewan kurban memerlukan waktu dan biaya besar.
Lanjutnya, naiknya biaya pengiriman tersebut, secara otomatis sebagai pedagang pihaknya turut menyesuaikan harga sesuai dengan ukuran besar atau kecilnya, jika sapi yang berukuran kecil dengan berat daging di kisaran 70-90 kilogram dibandrol dengan harga Rp18,5 juta sampai Rp23 juta.
Kemudian, untuk jenis sapi yang paling besar dengan berat daging sekitar 130-150 kilogram dijual dengan harga sekitar Rp29 juta.
“Demikian juga pada harga kambing, kalau dulunya dikisaran Rp2,5 juta untuk ukuran kecil, dan ukuran besar Rp3,5 juta per ekor. Kini naik menjadi Rp3,5 juta atau Rp3,7 juta yang ukuran kecil, sedangkan yang besar lebih mencapai hingga sekitar Rp4 juta atau lebih per ekor,” sebutnya.
Meski demikian, para pedagang maupun pengepul hewan kurban tetap optimis, daya beli masyarakat yang bekurban mengalami peningkatan di tahun ini daripada tahun 2023 kemarin.
“Kalau tahun kemarin mendatangkan sekitar 100 ekor sapi, tahun ini kami mendatangkan sekitar 150 ekor sapi dan 50 ekor kambing. Rata-rata hewan kurban ini kami datangkan dari Pulau Madura yang akreditasi kesehatannya sudah terjamin,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post