SAMPIT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan memakai intervensi untuk memperkuat percepatan penurunan stunting. Intervensi pencegahan stunting sejak dini perlu dilakukan, seperti pada perempuan sejak sebelum kelahiran dan sesudah kelahiran.
“Pencegahan stunting ini harus dilakukan sejak dini bahkan sebelum seorang wanita memasuki masa kehamilan atau semenjak remaja,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Noorliyana.
Disampaikan, dalam hal ini ada dua intervensi yang perlu dilakukan yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik meliputi intervensi yang ditujukan secara langsung kepada sasaran 1000 hari pertama kehidupan (HPK), ibu hamil, ibu menyusui dan anak sampai usia 2 tahun.
Lanjutnya, kegiatan itu dilakukan dengan cara pendekatan keluarga. Namun program ini bersifat jangka pendek dan hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek.
“Kalau intervensi gizi sensitif adalah intervensi yang ditujukan secara tidak langsung kepada masyarakat umum melalui kegiatan dilakukan oleh sektor non kesehatan melalui Germas seperti penanggulangan kemiskinan, penyediaan air bersih, peningkatan akses pangan, intervensi ini bersifat jangka panjang,” jelasnya.
Disebutnya, Dinkes Kotim memiliki 11 program dalam penurunan stunting. Program itu dimulai dari sasaran remaja putri programnya berupa skrining anemia, konsumsi tablet tambah darah (TTD). Sedangkan sasaran ibu hamil program kegiatannya berupa pemeriksaan kehamilan konsumsi TTD dan pemberian makanan tambahan bagi ibu KEK (Kurang Energi Kronis).
Lanjutnya, terhadap sasaran balita, dilakukan pemantauan tumbuh kembang ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan protein hewani bagi baduta, tata laksana balita dengan masalah gizi serta peningkatan cakupan dan perluasan jenis imunisasi.
“Terhadap sasaran baik remaja putri, ibu hamil, balita dan masyarakat umum program yang dilakukan adalah edukasi remaja putri, ibu hamil dan keluarga balita. Penting untuk memastikan generasi berikutnya bebas stunting salah satunya dimulai dengan memperhatikan asupan gizi yang optimal pada wanita saat fase pra konsepsi selama kehamilan dan setelah melahirkan,” ungkapnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post