SAMPIT – Buat Kotawaringin Timur (Kotim), Hakinnor menyebutkan, pertanian di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit harus dimaksimalkan. Ini untuk memaksimalkan kecamatan itu sebagai kawasan lumbung padi.
“Kecamatan Teluk Sampit adalah lumbung padi Kotim. Selama ini memang kita mendapat perhatian pemerintah pusat maupun provinsi,” katanya, Selasa 14 Mei 2024.
Namun ia menilai selama ini kondisi lahan pertanian di kawasan tersebut masih belum maksimal. Masih banyak, sehingga perlu perhatian dari pihaknya, seperti kekurangan baik irigasi primer, sekunder tersier dan lain sebagainya.
“Termasuk pintu air, begitu juga jalan usaha taninya, paling tidak di agregat, agar lancar untuk akses mobil atau truk masuk. Dengan begitu memudahkan para petani kita. Selain itu mereka juga bisa langsung melakukan transaksi jual beli di tempat karena pedagang bisa langsung masuk,” ungkapnya.
Disebutnya,wilayah Kecamatan Teluk Sampit merupakan lumbung pangan Kabupaten Kotim. Karena di wilayah tersebut penghasil padi terbesar.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kotim, luas tanah di Kecamatan Teluk Sampit untuk musim tanam Oktober Maret 2023-2024 tahun ini sejumlah 3,260 hektar. Sedangkan berdasarkan perhitungan dengan produktivitas rata-rata minimal 3,5 ton/hektar. Maka potensi gabah kering panen yang dihasilkan untuk dikeringkan menggunakan vertikal dryer sebesar 11.410 ton.
“Jadi yang tanam saat ini cukup banyak. Ini menjadi PR kita semua, supaya kecamatan itu benar-benar menjadi daerah lumbung padi. Siapapun nanti yang memilih Kotim harus bisa mewujudkan itu,” ucapnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post