SAMPIT – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Khairil Anwar menyebutkan, nilai zakat tahun ini naik seiring dengan kian mahalnya harga beras. Pihaknya telah menetapkan enam kategori harga beras serta anjuran tata cara pembayaran zakat pada 26 Maret 2024.
Dia mengatakan, nilai zakat fitrah pada Idulfitri 1445 Hijriah mengacu Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng dan Surat Kemenag Kalteng tentang Ketetapan Zakat Fitrah dan Fidyah.
“Kemenag Kotim telah mengonversi nilai zakat fitrah 1445 Hijriah dalam bentuk uang yang terbagi menjadi enam kategori harga beras. Harga beras mengalami kenaikan dari terendah Rp15.500, naik menjadi Rp16.000 per kilogram dan harga tertinggi Rp46.500 per kilogram,” ujarnya, Selasa, 9 April 2024.
Dari hasil rapat koordinasi ditetapkan bahwa kadar zakat fitrah sebanyak 3,5 liter atau setara dengan 2,8 kilogram dan kadar fidyah adalah 1 mud atau setara dengan 7 ons yang mengacu SE MUI tahun 2022 dan Surat Kemenag tahun 2023.
Sementara itu diketahui, menjelang Idulfitri, harga sebagian besar bahan pokok mengalami kenaikan termasuk beras yang menjadi penyumbang inflasi di Kotim.
Bahkan Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan, dari pantauan dinas terkait, kenaikan beras yang selama beberapa bulan ini menjadi penyumbang inflasi. Bahkan inflasi Kota Sampit pada Februari 2024 sebesar 0,08 persen, menempati peringkat 70 kota inflasi dengan nilai inflasi tahun ke tahun sebesar 4,18 persen.
Sedangkan pada Mei 2023 inflasi sebesar 0,37 persen menempati urutan ke-22 kota inflasi dengan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,6 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi di bulan Mei antara lain daging ayam ras, kangkung, bayam, semangka bawang putih, ikan tongkol atau ambu-ambu, ketimun, beras kacang panjang dan ikan selar.
“Salah satu upaya yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat dalam pengendalian inflasi dengan menggelar gerakan pangan murah dan melaksanakan pasar murah secara rutin di kelurahan kelurahan dan kecamatan,” bebernya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post