SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kenaikan harga sejumlah barang pokok (Bapok) menjelang Bulan Suci Ramadhan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini disebabkan oleh faktor cuaca dan psikologi pasar yang turut mempengaruhi dinamika harga di pasar.
Menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Zulhaidir menyatakan, bahwa kenaikan harga bapok menjelang Ramadhan merupakan hal yang kerap terjadi.
“Kenaikan sejumlah harga menjelang Ramadhan ini memang kerap terjadi,” ungkapnya, Kamis, 7 Maret 2024.
Faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga adalah cuaca ekstrem, seperti musim hujan dan banjir, yang menghambat pasokan beras dari petani. Hal ini menyebabkan harga beras mengalami gejolak naik turun, dengan harga beras kualitas premium mencapai Rp. 30 ribu per kilogram.
“Faktor cuaca, musim hujan bahkan bencana banjir ini lah yang mengakibatkan harga barang seperti beras masih bergejolak naik turun, naik turun,” ujarnya.
Tren kenaikan harga juga dipicu oleh psikologi pasar menjelang Ramadan. Masyarakat cenderung melakukan pembelian dalam jumlah besar menjelang bulan suci tersebut, namun stok barang di pasar tidak mencukupi, sehingga harga naik.
“Biasanya kalau jelang Ramadan itu masyarakat melakukan pembelian secara meningkat namun stok barang dipasar kurang, makanya pasar ada tren kenaikan harga,” jelas Zulhaidir.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post