SAMPIT – Camat Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Deddy Jauhari menyebutkan, terdapat 8-7 orang anak penderita stunting di Dusun Muara Ubar, Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang. Edukasi terkait pencegahan stunting terhadap warga setempat terus ditingkatkan.
“Penanggulangan stunting sudah menjadi prioritas nasional. Perlunya dilakukan edukasi ke masyarakat yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan kader desa secara rutin, mengedukasi masyarakat terkait dengan trik-trik pengentasan stunting,” katanya, Kamis, 7 Maret 2024.
Dusun Muara Ubar terletak cukup jauh dari kecamatan. Untuk menuju ke dusun itu memerlukan waktu 1-2 jam dari Desa Tanah Putih. Mayoritas penduduk setempat mata pencahariannya adalah nelayan. Dusun itu pun terletak di bantaran sungai.
Adanya anak penderita stunting membuktikan kurangnya edukasi terkait pencegahan stunting. Oleh sebab itu, perlunya inovasi-inovasi untuk menurunkan angka stunting. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan program pengentasan angka stunting.
Menurutnya dengan kehadiran kader dapat mengawal saat anak stunting makan, seperti saat program grebek stunting dimana pemerintah membagikan telur dan susu.
“Jadi kader ini bisa memperhatikan secara khusus bagaimana pola makan anak-anak itu. Karena selera mereka berbeda, kita harus sabar, dan memastikan makanan itu benar-benar mereka habiskan. Meskipun pengentasan stunting ini program nasional tapi merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Namun ia juga berharap warga di dusun itu dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk asupan gizi dalam mengatasi anak-anak yang beresiko stunting. Karena di wilayah memiliki potensi alam yang baik pasalnya alamnya masih terjaga.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post