SAMPIT – Desa Tehang, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berdasarkan data BPBD Kabupaten setempat, desa itu salah satu desa yang tidak terendam banjir dari 23 desa lainnya.
“Kemarin kami meninjau lokasi yang terendam banjir sekaligus mendistribusikan bantuan, yaitu di Desa Bejarau, Menjalin, Tehang dan Hanjalipan,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis, 29 Februari 2024.
Satu per satu desa yang masih berstatus banjir itu dikunjungi. Pertama Desa Bejarau, Kecamatan Parenggean, kondisinya air sudah mulai surut. Kemudian di Desa Menjalin, masih ada beberapa rumah yang berada di pinggir Sungai Tualan, yang lantainya terendam air.
Tim dari Pemkab Kotim yang dipimpin Wakil Bupati Kotim, lanjut meninjau Desa Tehang. Saat sampai di desa itu, tidak ada rumah yang terendam banjir, termasuk yang berada di pinggir sungai.
“Kalau untuk Desa Tehang itu belum dikatakan banjir karena hanya terdampak di sekitar rumah saja. Kalau di Kecamatan Parenggean itu di Desa Menjalin yang lumayan parah cukup tinggi banjirnya, tapi sekarang sudah mulai surut juga,” sebutnya.
Sementara, di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, hampir semua rumah di desa itu, yaitu sebanyak 460 KK terdampak banjir. Air pun masih merendam sebagian lantai rumah warga hingga ke dapur. Warga pun membuat tempat yang lebih tinggi seperti ranjang dari kayu untuk mengamankan diri dari air.
“Karena rumahnya berada di sungai jadi kalau ada kiriman dari utara dan hujan lebat otomatis semua akan terdampak banjir di Hanjalipan ini. Tapi alhamdulillah tiga desa ini semua mulai surut,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post