SAMPIT – Saat ini hampir seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyediakan pelayanan rumah tunggu kelahiran, hal itu sebagai salah satu upaya pencegahan kematian ibu dan bayi yang merupakan salah satu kasus sangat diperhatikan oleh pemerintah.
“Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kotim selalu berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di puskesmas,” kata Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Rabu, 21 Februari 2024.
Menurutnya, upaya penurunan kematian ibu dan bayi telah dilakukan melalui penyediaan rumah tunggu kelahiran, rujukan ibu hamil, serta peningkatan kapasitas tenaga dokter dan bidan di puskesmas.
“Maka dari itu kami harapkan ibu hamil tidak ragu untuk melakukan persalinan di puskesmas terdekat. Karena pelayanan di Puskesmas selalu kami tingkatkan dan berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik terutama untuk ibu yang akan melahirkan,” tegasnya.
Tambahnya, pemerintah juga melakukan
peningkatan kualitas pelayanan ibu hamil di fasilitas kesehatan primer terutama dengan penyediaan fasilitas alat cek hemoglobin dan USG (Ultrasonografis medis) di puskesmas secara bertahap.
“Transformasi layanan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,” pungkasnya.
Diketahui, kematian ibu di Kotim pada tahun 2023 sama dengan tahun sebelumnya yakni 11 kematian dan kematian bayi menurun dari 108 kematian bayi pada tahun 2022 menjadi 87 kematian bayi pada tahun 2023. Penyebab kematian ibu tersebut karena perdarahan dan komplikasi penyakit tidak menular.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post