Bupati Kotim Minta Sistem Absensi bagi ASN maupun Non ASN di Pelosok Desa Dipermudah 

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor meminta agar sistem absensi ASN maupun Non ASN, yaitu tenaga kontrak untuk dipermudah. Hal tersebut dilakukan, agar tidak terjadi keterlambatan untuk laporan yang berkaitan dengan tambahan penghasilan pegawai (TPP). 

“Sejauh ini saya sering mendengar guru yang terlambat untuk laporan absensi. Saya menginstruksikan kepada kepala BKPSDM dan Kepala Dinas Pendidikan untuk tidak mempersulit absensi tersebut terutama bagi daerah pedalaman, ” katanya, Senin, 29 Januari 2024.

Baca juga berita lainnya

Absensi secara online murapakan salah satu cara untuk memastikan ASN bekerja dan disiplin. Saat ini sistem absensi dilakukan secara online menggunakan aplikasi. Penggunaan aplikasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk pembayaran TPP setiap bulannya melalui laporan harian yang diunggah pada aplikasi absensi online tersebut.

Namun jika sistem itu diterapkan pada wilayah belum ada Base Transceiver Station (BTS) atau masih sulit jaringan operator, maka sistem absensi itu tidak dapat mengirim data. 

Diketahui, masih ada beberapa desa terutama di wilayah Utara Kabupaten Kotim seperti di Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai dan Antang Kalang yang masih kesulitan jaringan. Sehingga ASN ataupun tekon sering mengalami kesulitan saat mengirim laporan absensi yang harus dikirim setiap hari.

Oleh sebab itu, Bupati Kotim meminta untuk daerah pedalaman sistem tersebut dapat dipermudah agar tidak merugikan pegawai. 

“Sistem itu dibuat oleh manusia, jadi dipermudah saja. Tetapi jangan mentang-mentang dipermudah jadi lalu tidak bbekerja. Tolong bekerja dengan baik kalau sudah dipermudah terutama bagi tenaga guru di pedalaman, a sampai tidak bekerja sama sekali, itu pesan saya,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makalepu mengungkapkan, sesuai dengan arahan Bupati Kotim, pihaknya akan mempermudah sistem absensi itu. 

” Kita menggunakan aplikasi I-Personal untuk perlengkapan kehadiran. Memang basisnya Android dan tergantung jaringan,” ujarnya. 

Namun lantaran adanya instruksi, alat itu tetap digunakan tetapi untuk yang pegawai kesulitan sinyal, maka mereka bisa merekam tanpa jaringan atau offline tanpa menunggu harus ada sinyal. Namun perekaman harus tersimpan di aplikasi I-Personal. 

“Dan nanti ketika mereka bergeser ke daerah yang memiliki jaringan atau sinyal dapat mengupload rekaman kehadiran itu, sehingga rekaman kehadiran itu tetap ada. Sekalipun uploadnya sebulan sekali itu bisa,” ungkapnya. 

Meski dilakukan demikian, kedisiplinan mereka tetap terbaca karena pada saat perekaman titik koordinat dan waktunya terbaca saat diupload. Laporan itu akan masuk pada server BKPSDM Kotim. Kamaruddin menegaskan penyampaian laporan itu harus selesai tanggal 10 setiap bulannya. Sehingga mereka diharapkan pada tanggal 5 telah menyampaikan laporan. 

“Ini bentuk mempermudahnya seperti tadi, merekam pada aplikasi tadi sekalipun tidak online, disimpan dulu. Jadi aplikasi ini tetap digunakan dengan cara tersebut agar sistem absensi tidak kembali manual paraf, karena kita saat ini sudah dimudahkan oleh teknologi dan lebih maju. Ke depan sehingga kondisi-kondisi tadi kita menyesuaikan, supaya tidak menjadi kesulitan bagi teman-teman yang ada desa,” terangnya.

(dev/matakalteng) 

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

<-oo_pr Kotim
Tlasa05 Kkmie-coun
Kebij01%2 Privasie-coun
Keg_pke-coun
COPYRIGHT &IMG-; 2018orag3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.v>
TEKNO HOLISTIKe-co.square_inner">
1707 Tweet 1707
ooo_pr><-oo_pr KotimTENTANG KAMIe-cou |  cagstyse" _colo: #ffffff; s="jeg_meta_date">PEDOMANe-cou |  cagstyse" _colo: #ffffff; s="jeg_meta_date">DISCLAIMERs="fa fpan>KEBIJAKAN PRIVASIe-cou |  cagstyse" _colo: #ffffff; s="jeg_meta_date">KONTAKs="fa fpan>>bROUDLY POWERED BYss="jeg_post_title"> TEKNO HOLISTIKe-cosquare_inner">1707 Tweet 1707

>lainput apper >>lainput apper hiddnp" namer a="commevtaue-"-orget_p>lainput apper subpagi namer eagelo2Fd_buttoa-saat-bulbuttoa-svtaue-"Rids=jP>eg_po>1707<#pagelo2Fds="p dbebas-dari-t dcebook_page/a> 1707<# dcebook_pageta=u_close class="shapagd6c1ucross c="f Selaclass="jeg_squabgeo

ss="popularpos cla_al_iiv class="jeg_squaasidei clasan-raearch_ '>1707<# dbebas-dari-tSearch Buttoa-saat-bulan-raearch_togglen class="share_counearch c="f Selas="p a="com7_bbuttoalbebas-dari-tSearch Buttoa-sapper subpagi aat-bulan-raearch_buttoaldtnn class="share_counearch c="f Sbuttoa19 s="placlass="jeg_squaaearch_resom_ squaaearch_hidd >1707<#pagelo2Fds="p dbebas-dari-tLo2Fd /a>

N_ade-counD.matae-cou="jnews_posubmenpusewv>Kom/legisl Tif/dpe-counPal2Fhak Rayae-counGunu/0 Made-counKopua:e-counKealteng.com Bst/1e-counMh%u/0 Rayae-counLegisl hife-cou="jnews_posubmenpusewv>DPRD Kom/legisl Tif/dpe-counDPRD Keal Pal2Fhak Rayae-counDPRD Gunu/0 Made-counDPRD Kopua:e-counDPRD Kealteng.com Bst/1e-counDPRD Mh%u/0 Rayae-counHukrime-counEkonomie-counOlahragae-counOpinie-coun Tweet 1707