SAMPIT – Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga Agustus 2023 ini masih mencapai 2 persen lebih dari target yang seharusnya 25 persen sampai dengan Desember 2023 mendatang.
“Kendala kita karena masyarakat banyak tidak memiliki handphone (hp) androit dan kedua adalah saat kami melakukan pelayanan ada gangguan sinyal saat mereka mau melakukan aktivasi. Ada juga masyarakat yang memiliki hp androit tetapi tidak ingin aktivasi IKD dengan alasan kemungkinan datanya bisa di heck orang lain,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotim, Agus Tripurna S, Rabu 16 Agustus 2023.
Pihaknya sudah menjelaskan, menurut informasi yang diterima secara resmi dari Direktor Jendral (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil, bahwa semua masyarakat yang aktivasi IKD di handphone androit datanya di jamin tidak bisa direntas siapapun.
“Bahkan sekarangpun sudah bisa aktivasi IKD menggunakan IOS. Dulu hanya berbasis androit, sekarang IOS juga sudah ada. Rata-rata seluruh kecamatan di Kotim memang sudah ada aktivasi IKD tetapi tidak selurunya. Hanya 20 persen dari 300 ribu lebih wajib KTP,” bebernya.
Ia menambahkan Disdukcapil kabupaten/kota di seluruh Indonesia mulai tahun 2023 target IKD minimal 25 persen dari wajib KTP, sehingga ada banyak masyarakat yang harusnya melakukan aktivasi IKD.
“Tapi kita lihat nanti apabila selama 2023 ini Kotim masih belum bisa memenuhi target itu, akan ada putusan akhir dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Terkait capaian target ini kita melihat sampai bulan Agustus dan tersisa 4 bulan lagi hingga Desember, saya tidak yakin bisa mencapai target 25 persen tersebut, karena dari bulan Juni dan Juli itu hanya 2 persen sampai di akhir bulan Juli, masuk pertengahan Agustus ini masih belum banyak geraknya,” jelas Agus.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post