SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengancam akan mencopot jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menggeser anggaran terutama untuk gaji dan Tambahan Penghasila Pegawai (TPP).
“Jangan diulang di tahun 2024 nanti terkait OPD yang menggeser anggaran gaji dan TPP,” tegas Halikinnor.
Peringatan tersebut diungkapkan mengingat pada tahun 2023 ini ada salah satu OPD yang menggeser anggaran tersebut dan hampir membuat pegawai yang ada tidak menerima TPP, pasalnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak memberi rekomendasi anggaran yang diusulkan.
“Kalau kemarin untung masih bisa diurus, kalau tidak maka pegawai tidak akan menerima tunjangan sampai Oktober ini. Kalau TPP tidak keluar, maka Bupati, Wakil Bupati serta Sekretaris Daerah yang disalahkan, padahal ada OPD yang menggeser,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia meminta kepada tim anggaran lebih tegas terkait hal ini. Jika terdapat OPD yang kembali menggeser pagu anggaran tersebut agar segera mengambil tindakan, salah satunya melapor kepada dirinya.
“Kalau ada yang menggeser lapor kepada saya, biar kepala dinasnya saya copot. Kita tegas-tegasan saja kalau itu yang merusak dinas yang lain, kepala daerah, wakil dan Sekda juga disalahkan, ” tegasnya.
Dirinya menilai TPP merupakan satu-satunya harapan pegawai. Selain itu pemerintah menuntut kewajiban terhadap pegawai, maka hak mereka sebagai pegawai harus diberikan. Sehingga gaji dan TPP harus diprioritaskan, jangan terlambat .
“Kalau ada kekurangan dibicarakan dengan tim anggaran jangan langsung digeser dengan alasan untuk inilah untuk itulah, lebih baik ada gaji dan TPP tidak usah ada kegiatan. Yang penting gaji dan TPP terpenuhi,” ungkapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post