SAMPIT – Enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih belum terdapat tenaga apoteker. Itu dikarenakan minimnya minat apoteker menjadi tenaga kontrak maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Keberadaan apoteker ini sangat diperlukan. Namun masih ada puskesmas di wilayah kita yang belum mempunyai tenaga apoteker,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Minggu 5 Maret 2023.
Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri kegiatan konferensi Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kotim. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Fajrurrahman serta Ketua Cabang IAI serta 80 anggota lainnya.
Disebutnya dari 21 unit puskesmas di Kotim, 6 diantaranya belum ada tenaga apotekernya. Puskesmas tersebut antara lain berada di Tualan Hulu Kecamatan Tualan Hulu, Tumbang Penyahuan Kecamatan Bukit Santuai, Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Tumbang Kalang dan Tumbang Sangai Kecamatan Antang Kalang, serta Bapinang Kecamatan Pulau Hanaut.
“Padahal apoteker di Kotim ini terbanyak nomor dua di Kalteng. Tapi SDM seperti mereka bisa mandiri atau menjadi entrepreneur atau buka usaha sendiri,” ujarnya.
Lanjut Halikin, sehingga minat menjadi pegawai kontrak atau PNS kurang. Karena mereka melihat peluang usaha yang cukup besar di Kotim ini. Salah satunya dengan membuka apotik, hal tersebut didukung dengan jumlah penduduk yang cukup besar di daerah ini.
“Karena mereka bisa buka apotek sendiri, apalagi Sampit ini jumlah penduduknya hampir mencapai 500 ribu jiwa, ditambah lagi karyawan di perusahaan, semua memerlukan obat. Sehingga mereka tidak mencari kerja lagi tapi malah bisa membuat lapangan kerja,” sebutnya.
Oleh sebab itu, ia memberi tantangan kepada apoteker di wilayahnya, mereka yang mendaftar akan diangkat menjadi tenaga kontrak. Agar enam puskesmas tersebut memiliki tenaga apoteker.
“Kita berikan fasilitas supaya bisa semua puskesmas kita ada tenaga apotekernya. Karena itu sangat diperlukan,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post