SAMPIT – Setelah heboh dan di demo oleh ratusan warganya, Kepala Desa (Kades) Tumbang Sangai, Suharyanto akhirnya angkat bicara terkait dugaan yang diajukan dalam 8 poin tuntutan massa aksi.
“Saya sudah jelaskan secara terbuka. Apa yang mereka tuntut itu sudah dijelaskan satu per satu dan semua pihak sudah mengerti serta memahami, ini disaksikan oleh camat dan unsur muspika lainnya,” ucap Suharyanto, Selasa, 13 Desember 2022.
Permasalahan ambulance, truk dump, hingga ketidaktransparanan pengelolaan keuangan yang dikatakan digunakan untuk kepentingan pribadi juga ditepis olehnya.
“Setiap persoalan kami selalu terbuka dan akan selalu transparan dalam penggunaan anggaran maupun aspirasi masyarakat,” sebutnya.
Bahkan dirinya mengaskan ada poin yang disebut Hoax. Yakni poin yang menyebutkan Kades menghalangi pembentukan Koperasi Panatau Dumah Sejahtera.
“Saya sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Koperasi Kotim, pihaknya tidak mau menghadiri undang koperasi Panatau Dumah Sejahtera karena dinilai menyimpang dari ketentuan yang ada,” bebernya.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post