SAMPIT – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap sekolah masih bisa menampung tenaga kontrak (tekon) guru sekalipun mereka telah dinyatakan tidak lulus seleksi.
Ketua PGRI Kotim Suparmadi mengatakan, sehingga mereka tetap mengajar seperti biasa. Selain itu juga ada kepastian terhadap nasibnya. “Ini tujuannya agar mereka yang sudah terdaftar di dapodik tidak terhapus dan tetap bisa mengikuti tes PPPK nantinya,” katanya, Selasa 5 Juli 2022.
Pasalnya, jika mereka berhenti mengajar di sekolah dikhawatirkan nama yang telah terdaftar akan dihapus. Akibatnya mereka tidak bisa mengikuti PPPK. Sehingga pilihannya adalah tekon tersebut harus bertahan.
“Selain itu sekolah juga masih memerlukan keberadaan tekon itu. Karena selama ini untuk mencukupi guru sekolah yang mengisi adalah tekon. Sehingga kalau mereka tidak ada maka sekolah akan kekurangan guru,” ungkapnya.
Sehingga dirinya yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan itu meminta kepada kepala sekolah agar tetap memberi tempat kepada tekon yang tidak lulus seleksi itu di sekolahnya.
Sementara untuk gaji mereka bisa diambil dari BOS Daerah. Sehingga selain sekolah terbantu tekon juga bisa ditampung dengan catatan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan sekolah.
“Bupati juga setuju dengan melalui BOS Daerah itu. Sehingga saya yakin beliau akan memaksimalkan BOS Daerah di tiap satuan pendidikan. Kami juga sangat mendukung rencana Bupati akan melakukan evaluasi ulang kepada eks tekon, dan ini adalah solusi terbaik untuk teman-teman kita yang diputus kontraknya kemarin,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post