SAMPIT – Tangisan takut mewarnai vaksinasi Covid-19 anak pada usia 6-11 tahun yang diselenggarakan oleh Polres Kotawaringin Timur (Kotim) bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
Sejumlah anak menangis lantaran takut disuntik saat memberikan vaksinasi Covid-19. Ini seperti yang terjadi pada vaksinasi Covid-19 yang digelar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Mentawa Baru Hulu, Sampit Kotim.
“Iya sebagian dari memang ada yang takut disuntik sehingga menangis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi saat hadir pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak tersebut, Sabtu 19 Februari 2022.
Air mata sebagian anak tak terbendung karena merasa takut. Para guru dan petugas kesehatan ikut turun tangan menenangkan. Suara tangisannya semakin keras saat jarum akan disuntikkan.
Padahal panitia pelaksana vaksinasi itu telah menyediakan badut yang berseragam polisi untuk menghibur anak agar tidak takut saat dilakukan penyuntikan vaksinasi Covid-19.
“Padahal dari Polres Kotim sudah menyediakan badut untuk menghibur agar mereka senang. Tapi alhamdulillah vaksinasi anak berjalan dengan baik, dan orangtua anak sudah banyak yang setuju anaknya divaksin,” ujarnya.
Disebutnya, capaian vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kotim sebesar 42,99 persen atau 19.043 orang untuk dosis pertama dan 2,90 persen atau 1.285 anak untuk dosis kedua dari target 44.295 sasaran.
“Makanya kami sangat apresiasi terhadap jajaran kepolisian yang telah menggelar vaksinasi di SD dengan sasaran anak-anak. Tentu ini sangat membantu Pemkab Kotim dalam mencapai target vaksinasi anak. Dan kami terus berupaya agar ini segera tercapai targetnya,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post