SAMPIT – Rehab pasar rakyat di Jalan Ahmad Yani dekat dengan Taman Kota Sampit sebelumnya sempat terhenti lantaran kurangnya anggaran, kini pengerjaannya pasar yang belum pernah difungsikan itu kembali dilanjutkan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timurn (Kotim) Zulhaidir mengatakan, perombakan pasar rakyat tersebut sudah dimulai sejak akhir tahun 2021 lalu dengan anggaran Rp 200 juta.
“Namun ternyata setelah berjalan anggaran itu masih kurang sekitar Rp 400 juta, sehingga perombakan terhenti. Setelah ada penambahan anggaran dari pemerintah sebesar Rp 370 juta, maka perombakan kembali dilakukan awal tahun ini,” kata Zulhaidir, Jumat 18 Februari 2022.
Diungkapkan Zulhaidir, anggaran sebelumnya Rp 200 juta hanya bisa menyelesaikan sampai tahap pembongkaran lapak, pengecoran lantai, dan pemasangan keramik. Pemasangan keramik pun tidak selesai.
“Makanya rencana awal Januari 2022 swalayan UMKM sudah bisa fungsional ternyata belum bisa dilaksanakan,” ucapnya.
Zulhaidir menyebutkan sejumlah pekerjaan yang belum selesai yaitu, melanjutkan pemasangan lantai keramik, teras depan, dan mini kafe. Sementara untuk rak penempatan pajangan makanan dan minuman sudah disiapkan 40 rak.
Rencana Pemerintah Kabupaten Kotim untuk memfungsikan bangunan Pasar Rakyat Mentaya pada awal tahun ini tak berjalan mulus. Bangunan awal yang diperuntukkan untuk pedagang ikan itu sudah dibongkar akhir tahun lalu. Puluhan lapak ikan dibongkar dan rencana akan difungsikan sebagai swalayan UMKM.
“Bupati memang menargetkan selesai April 2022 ini. Semoga bisa tercapai,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post