SAMPIT – Sebelumnya pada tahun 2019 lokasi fokus (lokus) penanganan stunting di Kotawaringin Timur (Kotim) terdapat di 10 desa, namun kini untuk tahun 2021 dan 2022 lokus bertambah menjadi 29 desa.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotim Rafik Riswandi mengatakan, lokus terbanyak berada di Kecamatan Bukit Santuai yakni ada 10 desa.”Di Kecamatan Bukit Santuai yakni di Desa Tumbang Seluang, Tumbang Tawan, Tumbang Sapia, Tumbang Kania, Tumbang Torung, Tumbang Penyahuan, Tumbang Payang, Tanah Haluan, Tumbang Getas dan Tumbang Kaminting,” sebut Rafik, Selasa 2 November 2021.
Lanjutnya, 19 desa lainnya tersebar di kecamatan lain yakni Kecamatan Mentaya Hulu di Desa Bawan dan Tumbang Batur. Kemudian di Kecamatan Telaga Antang yakni Desa Tumbang Mangkup dan Rantau Suang. “Kemudian di Kecamatan Telawang yakni Desa Biru Maju, Kecamatan Cempaga Hulu di Desa Pelantaran dan Tumbang Koling,” ujarnya.
Selanjutnya di Kecamatan Parenggean yakni Desa Karya Bersama, Tehang, Barunang Miri dan Bukit Harapan. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yakni Desa Samuda Besar, Sebamban dan Handil Sohor. “Kecamatan Pulau Hanaut yakni Desa Hantipan dan Babaung, Kecamatan Seranau yakni Desa Batuah dan terakhir Kecamatan Teluk Sampit yakni Desa Lampuyang dan Ujung Pandaran,” ungkapnya.
Sedangkan sebelumnya pada tahun 2019 hanya ada 10 desa yakni Desa Tumbang Seluang, Rantau Suang, Tumbang Tawan, Babaung, Bukit Harapan, Bawan, Tumbang Keminting, Handil Sohor, Lampuyang dan Ujung Pandaran. Yang artinya telah terjadi peningkatan lokus, diakibatkan banyaknya anak yang mengalami stunting di Kotim. Sehingga lokus menjadi diperluas atau ditambah.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post