SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit bebas banjir pada tahun 2022. Bahkan sudah ada gambaran jika proyek ini nantinya akan memakan biaya yang cukup besar, yakni Rp 8 miliar.
Halikinnor mengatakan, hal ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat terkait permasalah yang kerap terjadi ketika di kawasan ini diguyur hujan dengan intensitas tinggi. “Saya sudah minta dan rapatkan dinas terkait perbaikan drainase. Perbaikan drainase itu sangat mendesak, lantaran setiap kali hujan mengguyur dengan intensitas tinggi di Kota Sampit, maka sejumlah tempat di RS selalu digenangi air. Hal ini berdampak pada ketidak nyamanan pelayanan pasien. Sehingga tahun depan tidak ada lagi banjir yang terjadi di RSUD dr Murjani ini,” katanya, Rabu 13 Oktober 2021.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kotim, Machmoer menyebutkan, pengerjaan perbaikan itu akan dilakukan pada tahun mendatang. Lantaran untuk anggaran yang akan digunakan perlu dibahas terlebih dahulu. “Insya Allah tahun 2022 akan ditangani. Pengerjaan akan dibagi dua. Sebab, aliran drainase yang ada di RS itu mengarah ke Jalan MT Haryono yang langsung ke Sungai Mentaya Sampit, dan Jalan Kapten Mulyono ke Sungai Mentawa. Sehingga pekerjaan nanti akan dibagi agar mempersingkat waktu. Jadi dalam waktu satu tahun pengerjaan rampung,” jelasnya.
Terkait anggaran yang diperlukan, disebutnya sekitar Rp 8 miliar. Namun jumlah itu tersebut tidak hanya untuk perbaikan drainase, melainkan juga untuk perbaikan jalan yang ada di sekitar RS yang ada di Bumi Habaring Hurung ini. “Mudah-mudahan didukung DPRD. Target pengerjaan satu tahun, anggaran yang diperlukan Rp 8 miliar itu termasuk untuk perbaikan jalan yang ada di sekitarnya,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post