SAMPIT- Semenjak adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pemerintah memberikan sejumlah bantuan sembako, salah satunya beras dari Bulog untuk warga yang terdampak. Hal ini juga dilakukan oleh Perum Bulog Sub Divisi Regional Sampit, dimana saat ini beras tersebut telah 100 persen disalurkan kepada transporter.
Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Sampit, Roni Hadianto mengatakan, beras yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat (PKM) itu telah 100 persen diberikan kepada transporter yaitu PT. Kantor Pos yang dipercaya sebagai penyalur bantuan.
“Kami hanya menyediakan dan yang menyalurkan kepada PKM adalah Kantor Pos. Dan alhamdulillah sekarang sudah diambil semua,” katanya, Jum’at 20 Agustus 2021.
Disebutnya, jumlah beras bantuan untuk wilayah Kotim itu sebanyak 225 ton dengan jumlah penerima sekitar 20 ribu PKM, setiap PKM menerima 10 kg beras. Sementara untuk Perum Sub Divre Bulog Sampit sendiri menangani dua wilayah, yaitu Kotim dan Seruyan. Sehingga total beras tersebut sebanyak 300 ton.
“Beras yang kami berikan kualitasnya medium, sebelumnya juga telah kami lakukan pengecekan sebelum dikemas ke 10 kilogram. Itu untuk memastikan bahwa beras kami bersih dan layak dikonsumsi. Kami berusaha memberikan yang terbaik,” sebut Roni.
Bantuan berupa beras kepada warga terdampak PPKM ini adalah yang pertama kali, khususnya di wilayah kerjanya dan dia berharap bantuan semacam ini dapat terus berjalan. Dengan alasan, jika stok beras yang ada dapat dikeluarkan, maka pihaknya dapat kembali menyerap hasil panen petani.
“Baru ini, sementara nunggu kebijakan pusat. Tapi harapan kami ini dapat berlanjut. Karena kami dapat segera menyerap hasil panen petani,” tuturnya. Terkait bantuan beras terhadap warga terdampak PPKM, pemerintah pusat telah memberi batas waktu penyaluran hingga 20 Agustus 2021.
(dev/hab/matakalteng.com)





















Discussion about this post