SAMPIT – Sejak mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di China pada Desember 2019 hingga sekarang, virus ini telah menginfeksi ratusan ribu orang hampir terjadi diseluruh penjuru dunia. Peningkatan jumlah kasus per hari ini akan membuat kegelisahan bagi masyarakat luas.
Ditengah wabah virus ini, peran para jurnalis atau wartawan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendidik ke publik. Serta untuk mengawas penanggulangan krisis dengan baik.
Profesi jurnalis sama pentingnya dengan profesi lainnya. Meskipun ada kekhawatiran akan terjangkit virus tersebut. Namun para jurnalis masih harus bergelut dengan tugas memberikan informasi kepada masyarakat.
Dengan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim) Andri Rizky Agustian mengimbau kepada para wartawan Kotim untuk selalu waspada saat melakukan peliputan dan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Para jurnalis harus tetap waspada saat melakukan peliputan dan mengikuti protokol kesehatan,” terang Andri Risky Agustian Senin 30 Maret 2020. Dirinya juga meminta agar para jurnalis harus menggunakan alat pelindung yang mudah dibawa saat liputan. Serta berharap media masing-masing peduli dengan peralatan tugas bagi jurnalis dalam peliputan, khususnya berkaitan wabah virus Corona.
“Jurnalis merupakan salah satu profesi yang paling rentan terjangkit virus Corona lantaran mobilitas tinggi untuk melakukan peliputan. Maka dari itu mari kita semua dapat menjaga diri agar terhindar dari virus ini,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris PWI Kotim, Dody Rafliansyah. Dikatakan bahwa wartawan selalu memberitakan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Bahkan berita yang disajikan selalu berdasarkan fakta dengan narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan media sosial.
“Banyak informasi yang bertebaran di media sosial yang menyatakan bahwa akibat berita masyarakat menjadi gelisah. Hal ini harus diluruskan bahwa sebuah berita adalah fakta yang disajikan berdasarkan kode etik jurnalistik. Artinya selalu mengutamakan keseimbangan dan tidak membuat kegelisahan dimasyarakat. Kami menyesalkan apa yang diopinikan orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini,” kata Dody.
Dirinya mengharapkan agar para wartawan selalu kuat dan dapat terus berjuang ditengah badai Corona. “Tentunya semua wartawan dapat menjaga diri, menjaga kesehatan dengan minum vitamin serta istirahat yang cukup. Jangan lupa kita selalu berdoa dan tidak lupa alat pelindung diri selalu dibawa saat melaksanakan tugas,” demikiannya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post