SAMPIT – Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus (Covid-19) merupakan salah satu virus berbahaya yang menyerang sistem pernafasan. Akibat hal ini, penderitanya kemungkinan akan mengalami Pneumonia (radang paru-paru) akut bahkan dapat menyebabkan kematian.
Sejauh ini, di Indonesia sudah ada dua warga yang diinformasikan positif terinfeksi corona. Akibatnya, banyak warga yang mengantisipasi hal itu dengan memakai masker wajah maupun cairan antiseptik. Penjualan menjadi meningkat.
Bahkan sejumlah daerah, terutama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Tengah) mengalami kelangkaan masker maupun cairan antiseptik. Hal ini membuat beberapa warga menjadi panik. Mereka kebingungan mencari cara melindungi dirinya agar tidak terinfeksi virus tersebut.
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan agar masyarakat tidak terlalu panik. Sebab virus yang pertama kali muncul sebagai wabah penyakit terbesar di Whuhan, China tersebut dinyatakan tidak dapat menyebar melalui udara. Akan tetapi melalui kontak visik maupun terkena cairan tubuh dari penderitanya.
“Jangan terlalu panik jika masker dan antiseptik kosong. Virus Corona tidak menyebar lewat udara. Masker lebih efektif digunakan oleh pasien yang menderita flu, batu maupun deman. Sehinggar cairan yang keluar dari bagian tubuhnya tidak menyebar dan mengenai orang lain. Selain itu yang harus menggunakan masker adalah para petugas medis,” kata dr Faisal, Rabu 4 Maret 2020.
Tingkat kematian yang disebabkan Covid-19 ini memiliki presentase yang cukup rendah dibandingkan dengan virus Sars maupun Mers. Covid-19 memilik presentase sebanyak 2 persen. Sars lebih tinggi 8 persen yakni 10 persen. Sementara yang tertinggi adalah Mers dengan angka mencapai 34 persen.
“Meski belum ada obatnya, pasien yang terinfeksi Covid-19 bisa sembuh dengan sendiri apabila diberikan perawatan yang rutin. Jadi, yang sehat tidak usah gelisah, cukup jaga pola hidup sehat. Kemungkinan besar tidak akan terinfeksi,” tutur dr Faisal.
(shb/matakalteng.com)





















Discussion about this post