SAMPIT – Dalam rangka menyambut hari Aids sedunia, bersama masyarakat meraih sukses, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Kotawaringin Timur, bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas, Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD memberikan penyuluhan kepada masyarakat Kota Sampit
Kegiatan ini di gelar di Stadion 29 November Sampit, Minggu 15 Desember 2019 pagi. Ketua KPA Kotim Asyikin Arfan mengatakan usaha dan upaya pencegahan HIV tidak hanya menjadi tanggung jawab unsur kesehatan dan KPA saja, akan tetapi melibatkan seluruh masyarakat.
“Upaya pencegahan ini dilakukan agar masyarakat bisa mengetahui dan memahami dan bisa dicegah sejak dini. Sasaran kita jangka panjang adalah 3 zero sampai tidak ada inveksi HIV baru,” terang Asyikin.
Menurutnya, tidak ada kematian karena Aids dan tidak ada stikma dan diskriminasi. Data KPA sejak Januari hingga Oktober ditemukan 71 kasus antara lain 34 HIV, 37 Aids atau 85 persen usia produktik antara 15-49 tahun.
“Perbandingan pria dan wanita merata
penyebaran terbesar dari heteroseksual atau hubungan seks beresiko, tapi ada juga dari air susu ibu, jarum suntik, dan transfusi darah tidak melalui skrining,” terangnya.
Pada tahun 2019 lanjut Asyikin korban meninggal penderita HIV ada 7. Ciri-ciri penderita antara lain jika masuk stadium 3 dan muncul gejala masuk stadium 4 sudah masuk Aids dan harus berobat ke rumah sakit.
“Kami setiap bulan rutin melakukan pertemuan di RSUD bersama kelompok dukungan Sebaya Maharati. Ada pendamping Odha untuk memberikan dukungan dan semangat bagi penderita. utamanya adalah obat harus diminum seumur hidup. dari kasus-kasus ang aa tersebar tidak hanya di Kota tapi ke pedesaan,” pungkasnya.
(raf/matakalteng.com)















Discussion about this post