SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dr H Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, bahwa ada beberapa faktor penyebab anak menderita stunting, salah satunya akibat asupan gizi yang tidak seimbang.
“Karena asupan gizi yang tidak seimbang, tumbuh kembang anak pada 1.000 pertama kehidupan tidak maksimal,” kata Faisal Jumat, 1 November 2019.
Dia menerangkan, permasalahan kesehatan bayi dan balita paling dominan saat ini yakni soal tinggi dan berat badan. Ada yang kekurangan berat badan pada usianya, namun ada juga yang kelebihan berat atau obesitas.
“Hal tersebut harus diperhatikan orangtua, agar asupan gizi terhadap bayi dan balita seimbang,” kata Faisal.
Di Kotim ada 10 desa yang menjadi locus stunting, yakni Desa Tumbang Saluang, Kecamatan Bukit Santuai, Desa Rantau Suang Kecamatan Telaga Antang, Desa Tumbang Tawan Kecamatan Bukit Santuai, Desa Babaung Kecamatan Pulau Hanaut, dan Desa Bukit Harapan Kecamatan Parenggean.
Kemudian, Desa Bawan Kecamatan Mentaya Hulu, Desa Tumbang Kaminting Kecamatan Bukit Santuai, Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) lainnya untuk menanggulani stunting ini. Salah satunya dengan sosialisasi agar orangtua memberikan asupan gizi seimbang kepada anak.
(fi/matakalteng.com)















Discussion about this post