PANGKALAN BUN – Mewabahnya coronavirus yang dinyatakan sudah masuk ke Indonesia, membuat kosongnya penjualan masker sejumlah apotek di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah (Kalteng).
Tidak hanya kosong, kalaupun ada jumlahnya tidak seberapa dan harganya sudah melambung tinggi. Dipasaran harga masker jenis N95 sudah mulai meroket hingga Rp2 juta perkotak (box).
Penjualan masker N95 yang ini sudah diluar kewajaran, lantaran masker N95 fungsinya bisa memfilter partikel-partikel yang lebih halus, Bisa menyaring udara yang masuk sampai 95 persen, sehingga bisa mencegah masuknya virus.
Sementara untuk masker biasa yang harga perkotaknya dalam keadaan normal hanya Rp 40 ribu saat ini mencapai Rp 2 ratus ribu, bahkan sampai Rp 3 ratus ribu, itupun kalau barangnya tersedia.
Menurut pemilik apotek dibilangan jalan Hasanudin, Mia Andriani mengatakan, kekosongan masker di apoteknya karena saat ini masker yang biasa di pasok dari distributor, belakangan ini tidak lagi memberikan stok masker.
Informasi yang ia dapatkan lantaran semua produksi masker di Indonesia dikirimkan ke China. “Saat ini sulit mendapatkan masker baik jenis yang biasa maupun N95, harganya pun sudah melambung tinggi, naik berkali-kali lipat dari harga normal,” ungkapnya, Selasa 3 Maret 2020.
Kepala RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachrudin mengatakan untuk ketersediaan stok masker di RSUD SI masih terbilang aman, khususnya untuk karyawan RSUD dan penunggu yang mengalami batuk pilek.
“Untuk dirumah sakit sendiri masih aman, hingga bulan depan, terutama untuk karyawan dan penunggu yang batuk pilek,” pungkasnya.
(ga/matakalteng.com)






















Discussion about this post