PALANGKA RAYA — Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Katingan sudah memasuki tahap akhir persiapan. Meski kegiatan belajar-mengajar belum dimulai, berbagai kebutuhan pendukung sudah disiapkan pemerintah daerah, termasuk rekrutmen siswa dan tempat tinggal.
“Bisa dikatakan sudah ada, hanya saja belum memulai kegiatan belajar-mengajar. Namun, semua yang mendukung ke arah itu sudah kami siapkan,” kata Bupati Katingan, Saiful, Minggu 20 Juli 2025.
Saiful menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah merekrut sekitar 100 siswa, terdiri dari 50 untuk jenjang SMP dan 50 untuk SMA. “Untuk SD belum kita mulai. Tapi kami juga diminta menambah lagi sekitar 100 siswa ke depan. Jadi totalnya akan ada delapan rombongan belajar, masing-masing empat kelas untuk SMP dan empat kelas untuk SMA,” ujarnya.
Para siswa ini diprioritaskan berasal dari keluarga kurang mampu, namun bukan dari kalangan gelandangan atau pengamen jalanan. “Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi terbatas. Datanya kami inventarisasi dan verifikasi melalui kepala desa, lurah, dan perangkat lainnya,” jelas Saiful.
Ia memastikan data calon siswa sudah lengkap dan telah diserahkan ke Kementerian Sosial untuk diolah bersama Dinas Sosial Kabupaten Katingan. “Justru pihak Kementerian Sosial yang mengolahnya. Data dasarnya sudah kami serahkan,” tambahnya.
Para siswa nantinya akan tinggal di asrama yang disediakan di sekitar lokasi sekolah dengan biaya ditanggung pemerintah. Saat ini proses belajar-mengajar direncanakan berlangsung di area Hotel Katingan sambil menunggu pembangunan gedung sekolah permanen yang sudah dianggarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
“Target kita mengikuti tahun ajaran umum. Jadi kalau tidak dimulai pada Juli ini, ya Agustus. Dalam waktu dekat,” tegas Saiful.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post