KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan akan selalu mengupayakan peningkatan pembangunan spiritual umat beragama, baik itu spirit secara langsung atau didukung dengan infrastruktur lainnya.
“Melalui Nyepi Tahun Baru Saka 1946 ini, akan terbangun suatu suasana yang harmonis antara umat beragama dalam hal ini saudara kita dari Hindu Kaharingan dengan kita dari pihak pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Sehingga nantinya dapat terwujud Kabupaten Katingan yang sama-sama kita cintai ini dengan rukun, damai, sejahtera sebagaimana harapan dan impian kita semua,” jelas Penjabat (Pj) Bupati Katingan, Saiful.
Pj Bupati Katingan Saiful bersama rombongan melaksanakan Safari Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dalam rangka menyambut Catur Brata Penyepian Pemerintah Kabupaten Katingan Tahun 2024 di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Senin, 4 Maret 2024.
“Pelaksanaan Safari Nyepi adalah merupakan agenda tetap Pemerintah Kabupaten Katingan setiap tahunnya terutama bagi umat Hindu Kaharingan sama halnya juga safari natal bagi umat Kristen dan Safari Ramadan bagi umat Islam,” ucapnya.
Safari Nyepi dilaksanakan sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2024, dengan mempertimbangkan waktu yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Safari Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dalam rangka menyambut Catur Brata Penyepian Pemerintah Kabupaten Katingan Tahun 2024 di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang dilaksanakan dengan mengusung Tema “Sat Cit Ananda Untuk Indonesia Jaya” dan Sub Tema “Dengan Hikmat Penyepian Kita Tingkatkan Mederasi Beragama Di Bumi Penyang Hinje Simpei Untuk Katingan Aman, Damai Dan Sejahtera”.
“Kami merasa patut berterima kasih karena tadi dikatakan oleh Ketua Panitia sebenarnya tanggal Nyepi itu tanggal 11, akan tetapi karena Pemerintah Kabupaten Katingan telah mengagendakan acara Safari Nyepi dilaksanakan pada hari ini tanggal 4. Namun luar biasa sekali saudara-saudara kita dari Umat Hindu Kaharingan, beliau-beliau masih tetap menerima dan menyambut kedatangan kita semua untuk hadir di tempat ini,”ungkapnya.
Dia menambahkan semuanya ini pasti yakin bisa terlaksana, karena memang didalam hati semuanya sudah ada ikatan bahwa ini adalah sebuah keluarga besar. Apapun langkah-langkah bersama untuk agama, maka semuanya itu tidak membuat semua terpecah-pecah apapun terkotak-kotak, justru menggiring untuk kita bisa saling toleransi antar satu dan yang lain.
(anr/matakalteng)






















Discussion about this post