KUALA KAPUAS – Sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat dijaman dulu, kegiatan gotong-royong merupakan hal yang utama bagi masyarakat. Namun seiring dengan waktu dijaman serba canggih dan moderen ini, budaya gotong-royong itu perlahan terkikis dan hilang ditengah kehidupan masyarakat masa kini.
Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Wijaya Kepala Desa Pantai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas. Dirinya selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mengalakan budaya gotong royong di desa yang dia pimpin saat ini.
Hal itu dibuktikannya dengan mengajak seluruh warga masyarakat desa pantai untuk membersihkan rumput dan ilalang sepanjang jalan utama poros desa atau penghubung jalan antar desa tetangga dan kecamatan. Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu 25 Januari 2020 pagi.
Dikatakan kades, budaya gotong-royong itu harus tetap hidup dalam semangat dan sanubari kita. Karena dengan hidup bergotong royong merupakan bagian dari adat istiadat dan bagian dari filosopi Huma Betang di Kalimantan tengah “Artinya sudah sepantas dan selayaknya budaya gotong royong kita lestarikan dan kita wariskan pada anak cucu kita nanti,” jelasnya.
Ada pun kegiatan pembersihan jalan poros utama penghubung antar desa dan kecamatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat kemarin. Sebab, rencananya pemerintah desa akan melakukan pelebaran pada jalan utama tersebut yang alokasi dananya bersumber dari dana desa.
Pemerintah desa dan warga masyarakat sudah sepakat melebarkan jalan tersebut dengan mengunakan dana desa (DD) anggaran tahun 2021. Karena jalan penghubung tersebut merupakan jantung desa tempat lalu lalang masyarakat desa pantai mengangkut hasil taninya untuk dibawa ke kota.
“Maka dari kami sepakat memprioritaskan pembagunan dengan cara peningkatan pelebaran jalan,karena untuk kondisi jalan tersebut sudah agak memprihatinkan,” tandas Wijaya.
(gia/matakalteng.com)






















Discussion about this post