UMPR Buka Kampus Baru di Pangkalan Bun, Perkuat SDM dan Akselerasi Vokasi Kalteng

PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) resmi memproses pembukaan kampus baru di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Kampus Muhammadiyah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli atau Agustus tahun ini sebagai bagian dari ekspansi pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Tengah.

Baca juga berita lainnya

Rektor UMPR, Assoc Prof Dr H Muhamad Yusuf, S.Sos, M.AP, mengatakan kampus baru itu akan langsung membuka sejumlah fakultas strategis, di antaranya Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kesehatan, Teknologi Informasi (IT), Teknik, Kedokteran Hewan, serta Peternakan.

“Kami sudah proses pendiriannya dan tahun ini ditargetkan berjalan. Nama universitasnya masih dalam tahap konsultasi dengan Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah,” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan media di Kampus 1 UMPR, Senin 23 Februari 2026.

Dia menjelaskan, langkah ekspansi tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah Provinsi dan para bupati di Kalteng. Dukungan itu memungkinkan UMPR membuka program studi dengan tingkat kesulitan tinggi yang selama ini terbatas, seperti Kedokteran Gigi, Psikologi, dan Hukum.

Saat ini UMPR memiliki 39 program studi dan akan bertambah menjadi 46 program studi dengan total 12 fakultas. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), UMPR tercatat sebagai perguruan tinggi swasta dengan program studi terbanyak dan menjadi kampus swasta terbesar kedua di Kalimantan Tengah dengan sekitar 11.500 mahasiswa dari jenjang Diploma III, S1, S2, hingga S3.

Di sisi lain, UMPR juga memperkuat implementasi program “satu rumah satu sarjana” yang digagas Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. Saat ini sekitar 1.000 mahasiswa tengah diproses dalam program tersebut. Namun, menurut Yusuf, percepatan peningkatan kualifikasi pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan jalur sarjana yang membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun.

Karena itu, atas arahan gubernur, UMPR menyiapkan skema diploma satu (D1) untuk lulusan SMA, SMK, dan MA agar dalam satu tahun sudah memiliki kualifikasi pendidikan tinggi. “Kami ditugaskan mengelola sekitar 2.000 sampai 3.000 warga Kalteng untuk berkuliah di diploma satu pertanian dan agroforestri,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, UMPR membuka Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya dengan pola pembelajaran 40 persen teori dan 60 persen praktik. Sistemnya bersifat mobile, menyesuaikan domisili mahasiswa di kabupaten/kota, meski pada periode tertentu akan dikumpulkan di Palangka Raya.

Tim pengajar telah disiapkan dengan melibatkan dosen dan praktisi. Lulusan program ini diproyeksikan menjadi tenaga kerja siap pakai dengan kualifikasi setara lulusan pendidikan tinggi di luar daerah. “Selama ini sektor swasta beralasan tenaga dengan kualifikasi tertentu tidak tersedia di Kalteng, sehingga mereka mendatangkan dari luar. Harapannya ke depan perusahaan memprioritaskan tenaga lokal karena kualitasnya sudah setara,” tegasnya.

Fokus awal program vokasi tersebut berada pada sektor pertanian dan agroforestri, dan akan dikembangkan ke bidang peternakan serta perikanan. Yusuf menilai strategi ini selaras dengan misi gubernur yang menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar program “satu rumah satu sarjana” justru terletak pada kesiapan mental masyarakat, terutama di desa dan pedalaman. Berdasarkan pengalaman 2024–2025, dari kuota lebih dari 1.000 orang, yang terserap sekitar 60 persen atau 600 mahasiswa.

“Sebagian besar masih perlu dimotivasi sejak awal. Banyak anak di daerah belum pernah membayangkan dirinya menjadi mahasiswa. Tapi di 2025 mulai terlihat perubahan, sudah ada yang mendaftar atas kesadaran sendiri. Kepercayaan diri mulai tumbuh,” pungkasnya.

Dengan ekspansi kampus baru dan penguatan vokasi, UMPR menargetkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan lulusan siap menghadapi persaingan dan kebutuhan riil dunia kerja di Kalimantan Tengah.

(nra/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pveceekyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pveceekyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueasdafb29a11H">""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"ing . . .048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pveceekyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueasdafb29a11H">""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"ing . . .048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemList0/pe( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemList0/pe("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemList0/pe('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiInts-er sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isInts-er seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clList.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemList0/pe( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\/%2F6\/02\/%3\/umprtpp-bengmpus"fa-uuda-ppenan-bul-kebperkuormadmmbp-daksle_rasi-vokasi-atakalti,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Se-laumnya","ne-te:"Seopgjutnya","closeo:"Tutupi,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1le_,"d:"defa_vocue":1le_,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":24e_,"d:"defa_vocue":24e_,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_statici:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexpgdsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxoa:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\/%2F6\/02\/%3\/umprtpp-bengmpus"fa-uuda-ppenan-bul-kebperkuormadmmbp-daksle_rasi-vokasi-atakalti},"0" eCPALANGKA RAYA \u2013 Univaise ds Muhammadiyah Pn-bunanraya (UMPR) to-mi memproses pempp-bp- ngmpus benu diiPpenan-bu %2n, Kabueaten Kk/kotawarin Benda.\u00a0<\/p>\n\n\n\nhp>%2mpus Muhammadiyah ts-erbuarattarretkan mulai berop_rasi pada Juli w.mu Agustus tahun ini se-agai bagian dtaw ek>\n\n\n\nhp>Reks/stUMPR, Assoc Prof Dr H MuhameduYusuf, S.Sos, M.AP,tegegw.mat- ngmpus benu itu mat- -bunsngs mempp-b sejumlah fakefads strategis, diilimaranya Fakefads Kldokts-an, Kldokts-an Gigi, Klsehw.md, TeknoloriiInem fasi (IT), Teknik, Kldokts-an Hewmd, ser/k Pets-noat-.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201c%2mi sudah proses pendiriannya bp- tahun ini attarretkan numjn-bu. Name univaise dsnya alsih bplam tahap kp_sefadsi agegwn Majeyi nendidikan Tenggi Muhammadiyah,\u201d ujarnya saamteglakekp- pertemuan dgegwn media di %2mpus 1tUMPR, Senin 23 Februtaw %2F6.<\/p>\n\n\n\nhp>Dia egejeyaskmd, -bunanh ek>\n\n\n\nhp>Saamtini UMPR memiliki 39 egogtam studi ap- akan numtambeh egejadi 46 egogtam studi agegwn sk/kl 12 fakefads. Berdasarkan da/k Pnenan-bu Da/k Pendidikan Tenggi (PDDikti), UMPR ts-cdiamtse-agai perguruan senggi swasta agegwn egogtam studi ts-b"nyak ap- egejadi ngmpus swasta terbesen kodua di %2/kaliman Tn-ten agegwn sekttar 11.500 alhasiswa dtaw jgejags Diplome III, S1, S2, hengga S3.<\/p>\n\n\n\nhp>Di sisi -bin, UMPR juga memperkuor i.pleelemasi pgogtam \u201csatu rualh satu senjaga\u201d ypgs digagas Gunumnur %2akalt, Agustiar Sabrbu. Saamtini sekttar 1.000 alhasiswa tn-ten aiproses bplam pgogtam ts-erbua. Nam2n, egeuruarYusuf, percep tp- penengkorwn kuolifikasi pendidikan sedak bisa hanya egegwnbplkan jn-ur senjaga ypgs mempptuhkan waktu tiga hengga empamttahun. <\/p>\n\n\n\nhp>%2rega itu, w.ms arahan gunumnur, UMPR menyiapkan skema aiplome satu (D1) untuk lulusan SMA, SMK, bp- MA agar bplam satu tahun sudah memiliki kuolifikasi pendidikan senggi. \u201c%2mi attugaskp- egegelola sekttar 2.000 sgmpai 3.000 otagmlda Kalt untuk berkulien ai aiplome satu pertanian dt- agrof:"estri,\u201d korwnya.<\/p>\n\n\n\nhp>Se-agai sendak opgjut, UMPR mempp-b Akademi Kkm2ne ds Muhammadiyah Pn-bunan Raya agegwn eola pempeopjaran 40 persen teori ap- 60 persen praktik. Sist0mnya bersifamtesbisa, egeyo eaikan domisili alhasiswa di ngbueaten\rah/k, egski pada periarcctertentu mat- dikumpulkan diiPn-bunan Raya.<\/p>\n\n\n\nhp>Tie pengpjarctelen aisiapkan dgegwn melib" kan dosen bp- praktisi. Lulusan pgogtam ini atpgoyek>ikp- egejadi tenaga konja siap pakai agegwn kuolifikasi setara lulusan pendidikan senggi bi -uar bp/dae. \"Seopme ini seks/stswasta bern-bsan tenaga agegwn kuolifikasi tertentu tidak ts-sedia di %2akalt, sehengga elaeka egeda/kunann dtaw -uar. Harapannya ke agpp- perusahap- egmprioritaskp- tenaga lokal ngrega kuoli dsnya sudah setara,\u201d tegdsnya.<\/p>\n\n\n\nhp>Fokus kotl pgogtam vokasi ts-erbuarbernda pnda seks/stpertanian dt- agrof:"estri, ap- akan dikempkunann ke bidalt pets-noat- ser/k periat-bu. Yusuf egeilai strategi ini selaras dgegwn misi gunumnur ypgs menempamkan pendidikan dnn kesehw.mdtse-agai foedasi pempkununan dn/dae.<\/p>\n\n\n\nhp>Mgski demikimd, ia egegwkui tlimangwn serbesen pgogtam \u201csatu rualh satu senjaga\u201d justnu ts-le.ma pnda kesiapan elemal alsyarakor, ts-utama ai le_a bp- pebplambu. Berdasarkan pengplambu %2F4\u20132025, dtaw kuk/k lebih bpaw 1.000 orant, ypgs ts-errap sekttar 60 persen w.mu 600 alhasiswa.<\/p>\n\n\n\nhp>\u201cSe-agian nusen alsih perlu dimotivasi sejma kotl. B"nyak agak ai ln/dae -laum pernah membaykunann dirinya egejadi alhasiswa. Tapi bi 2025 mulai ts-lihw. perubahan, sudah nda ypgs mendaftar w.ms kesndarmdtsendiri. Klpercayknn diri mulai tu_nuh,\u201d puegkdsnya.<\/p>\n\n\n\nhp>Dgegwn ek>\n\n\n\nhp>(nra\com/matakalt)<\/p>\n","authora:{"@ta-ta:"Person","namte:"Dody Rafliensyah","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cripptor\/dodye-","l-ww.matakalt-ng.i},"artictiSectecti:["%2/kaliman Tn-tenh],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/ts/s-im\/%2F6\/02\/%3\/1000026982_750x500.jpg?v=1771862817","width":750,"he hei5:500},"pubyi hera:{"@ta-ta:"Oagmnizdicat","namte:"","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/i,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalti,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/i,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxoa:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry","entry-tt_tih:"UMPR %20B %2mpus Benu diiPpenan-bu %2n, Perkuor %DM bp- Aksle_rasi Vokasi %20Kalt","pubyi hed":"le26-02-23 23:08:18i,"updated":"le26-02-23 16:08:26" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==t= typeow.jnads&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTiellup((fun sect(){if(s& 'obj"==t= typeow.jnads&&ow.jnads.laltth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==t= typeow.jn&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).laltth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.laltth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={sk/kl_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),sk/kl_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),sk/kl_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem a sva=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==t= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladpe("Cp_cont-Ta-t","awrlicdicat/x-://-form-urlencoded; -WArset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>