PANGKALAN BUN – Nelayan di wilayah Kumai, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami penurunan produksi penangkapan ikan yang signifikan akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa pekan terakhir. Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Kumai telah menghambat aktivitas melaut, menyebabkan penurunan drastis pada hasil tangkapan ikan nelayan setempat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalteng, Darliansjah, menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk ini sangat berdampak pada pendapatan nelayan. Banyak nelayan yang terpaksa tidak melaut karena risiko yang terlalu besar.
“Kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini sangat berdampak pada pendapatan nelayan. Banyak dari mereka yang tidak bisa melaut karena terlalu berbahaya. Akibatnya, hasil tangkapan ikan menurun cukup signifikan,” ujar Darliansjah, Jumat 21 Maret 2025.
Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Kumai berupaya memberikan bantuan kepada nelayan yang terdampak. Darliansjah juga mengimbau agar nelayan selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan tidak memaksakan diri untuk melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
“Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, para nelayan Kumai berharap agar cuaca segera membaik, sehingga mereka dapat kembali melaut dan mencari nafkah untuk keluarga mereka,” tambah Darliansjah.
Sementara itu, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Kumai, Aminudin, mengatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak memberikan data yang memperkuat laporan terkait kondisi cuaca buruk di perairan Kumai. Menurut BMKG, perairan Kumai saat ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina yang menyebabkan peningkatan curah hujan dan angin kencang. Tinggi gelombang di beberapa titik mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang sangat berbahaya bagi kapal-kapal nelayan tradisional.
“Kami bekerja sama dengan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak terus memantau kondisi cuaca di perairan Kumai dan memberikan peringatan dini kepada nelayan. Gelombang tinggi dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Aminudin.
BMKG Maritim juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk beberapa hari ke depan, dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter, angin kencang hingga 45 km/jam, serta curah hujan tinggi. Wilayah yang terdampak termasuk perairan Kumai dan sekitarnya. Masyarakat, khususnya nelayan, diimbau untuk selalu waspada dan memantau informasi cuaca terbaru demi keselamatan mereka di laut.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post