KUALA KURUN – Pj Bupati Gumas Herson B Aden mengakui, pertumbuhan ekonomi sedikit melambat di tahun 2023 yaitu 4,25 persen, jika dibandingkan 2022 yakni 6,47 persen. Namun angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng yaitu 4,14 persen.
“Untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gumas hampir semua memiliki kaitan dengan smart agro, smart human resources, dan smart tourism, kecuali sektor pertambangan,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Jumat, 5 Juli 2024.
Dari data BPS setempat, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gumas tahun 2023, didukung 16 sektor usaha yaitu sektor listrik dan gas tumbuh 10,36 persen, kesehatan tumbuh 9,55 persen, jasa lainnya tumbuh 9,44 persen, jasa perusahaan tumbuh 8,87 persen, pendidikan tumbuh 8,69 persen.
Kemudian, sektor konstruksi tumbuh 8,60 persen, transportasi tumbuh 7,95 persen, industri pengolahan tumbuh 7,75 persen, pertanian tumbuh 7,21 persen, pemerintah tumbuh 6,57 persen, akomodasi tumbuh 6,17 persen.
Lalu, sektor perdagangan tumbuh 6,08 persen, pengadaan air tumbuh 5,66 persen, keuangan tumbuh 5,45 persen, informasi tumbuh 3,45 persen, real estate tumbuh 2,05 persen. Untuk pertambangan tidak tumbuh atau minus 22,70 persen.
“Perlu konsistensi bersama terhadap program atau kegiatan yang terkait tiga smart, mengingat isu ketahanan pangan dan pembangunan SDM, serta kepariwisataan merupakan fokus dari pemerintah pusat dan provinsi kalteng,” terangnya.
Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi tersebut berbanding terbalik dengan realisasi PAD tahun 2023 yang hanya 48,42 persen. Komponen pajak yang tidak memenuhi target, yakni pada sektor pajak BPHTB dengan target Rp39,2 miliar, dan hanya terealisasi Rp243,8 juta atau sebesar 0,62 persen.
“Realisasi PAD yang masih minim juga dikarenakan banyak potensi pajak dan retribusi daerah masih dipegang oleh pusat dan provinsi. Sedangkan untuk kewenangan kabupaten sangat terbatas dalam memperoleh pendapatan daerah,” tandasnya.
(sid/matakalteng)





















