BUNTOK – Ketika musim kemarau kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) acap kali terjadi. Di Kabupaten Barito Selatan saja telah ada empat kasus karhutla yang ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel di bulan Juni 2023.
Kepala Pelaksana BPBD Barsel, Alip Suraya, Kamis 15 Juni 2023 mengatakan, empat kejadian karhutla tersebut sudah ditangani pihaknya dengan cepat agar api tidak sempat meluas. Adapun empat titik karhutla ini lokasinya berbeda-beda seperti di Desa Mangaris, Jalan Buntok-Palangka Raya, Kecamatan Jenamas dan Desa Tabatan.
“Semuanya telah kita tangani sehingga api tidak meluas dan merembet ke titik lainnya. Cepatnya penanganan juga berkat informasi dari warga dan Masyarakat Peduli Api atau MPA yang telah dibentuk di setiap desa,” jelas Alip.
Untuk menghindari kembali terjadinya karhutla, Alip pun mengingatkan sekaligus menghimbau, supaya masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan sembarangan. Begitu pula jika ingin membakar lahan kearifan lokal seluas satu hektar sesuai ketentuan, harus ada izin dari Kepala Desa dan melaporkan ke pihak BPBD setempat guna diberikan pendampingan.
Adapun untuk lahan gambut sambung Alip, tetap dilarang melakukan aktifitas pembakaran. “Belum lama ini kami sudah melakukan pendampingan bagi warga yang membakar lahan kearifan lokal atau lahan tanah dengan menyiapkan sarana prasarana pemadaman,” ujarnya.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post