SAMPIT – Usai mengantongi Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2024–2029, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) langsung bergerak cepat. Melalui Lokakarya Konsolidasi dan Pendidikan Politik yang digelar, Minggu 19 Juli 2026.
PAN menegaskan komitmennya membangun kembali kekuatan organisasi hingga tingkat ranting sebagai modal menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang. Kegiatan tersebut menjadi pertemuan perdana jajaran pengurus baru setelah kepengurusan resmi terbentuk. Hadir Ketua DPD PAN Kotim Abdul Hafid, Ketua Fraksi PAN DPRD Kotim Dadang Siswanto, anggota Fraksi PAN Hairis Salamad, M. Kurniawan Anwar, Supian Hadi, Eddy Mashamy, serta pengurus dan kader PAN dari berbagai tingkatan.
Ketua DPD PAN Kotim Abdul Hafid menegaskan, konsolidasi menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali mesin partai yang sempat vakum akibat menunggu terbitnya SK kepengurusan. Menurutnya, PAN memiliki modal politik yang kuat dan tetap menjadi salah satu partai yang diperhitungkan di Kotim. “Keberadaan kita tidak kalah dengan partai lainnya. Posisi kita dengan jumlah pemilih relatif banyak,” tegas Hafid.
Ia menyebut kekuatan PAN bukan hanya diukur dari raihan lima kursi DPRD Kotim, tetapi juga didukung kader-kader berpengalaman, mulai dari mantan unsur pimpinan DPRD, mantan camat hingga mantan kepala desa yang dinilai memahami kebutuhan masyarakat.
Hafid menegaskan, fokus kepengurusan baru adalah memperkuat struktur organisasi hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt), menghidupkan kembali sekretariat partai sebagai pusat konsolidasi, serta merangkul kader lama maupun tokoh masyarakat yang ingin bergabung.
“Target kita bukan hanya mempertahankan lima kursi di DPRD Kotim, tetapi menambah perolehan kursi hingga meraih unsur pimpinan DPRD. Itu hanya bisa dicapai jika organisasi solid sampai ke akar rumput,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Rudini Darwan Ali karena dinilai berhasil menjaga eksistensi PAN sehingga tetap menjadi salah satu kekuatan politik di Kotim.
Selain memperkuat struktur internal, lokakarya juga diisi pendidikan politik sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader menghadapi dinamika politik ke depan. Hafid optimistis, dengan organisasi yang solid dan kader yang aktif di tengah masyarakat, PAN mampu tampil lebih kompetitif pada Pemilu Legislatif maupun Pilkada 2029–2030. Lokakarya tersebut menjadi titik awal konsolidasi PAN Kotim untuk membangun mesin partai yang lebih kuat, memperluas basis dukungan masyarakat, sekaligus menyiapkan strategi meraih hasil lebih baik pada kontestasi politik mendatang.
(raf/matakalteng)



















Discussion about this post