SAMPIT – Setahun sudah masa jabatan anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjalan sejak dilantik pada 2024. Namun, sejumlah kalangan menilai kinerja wakil rakyat tersebut masih minim gebrakan dan tindak lanjut nyata terhadap aspirasi masyarakat.
Pemerhati kebijakan publik dan politik lokal, Agung Adisetiyono, menyayangkan belum terlihatnya dampak signifikan dari keberadaan DPRD terhadap persoalan masyarakat. Menurutnya, wakil rakyat seharusnya lebih responsif terhadap pengaduan warga serta lebih banyak hadir di tengah masyarakat, bukan justru sibuk dengan kegiatan luar daerah.
“Setahun sudah berjalan, tapi publik belum melihat apa yang sudah dilakukan wakil rakyat kita kepada konstituennya. Padahal waktu yang diberikan cukup lama,” kata Agung, Jumat 11 April 2025.
Ia mengkritisi banyaknya kegiatan konsultasi dan kunjungan kerja (kunker) DPRD ke luar daerah yang dinilai tidak memberikan kontribusi nyata untuk daerah.
“Sebenarnya tidak salah melakukan kunjungan, tapi hasil setelah kegiatan itu apa? Kalau hanya sekadar kunjungan dua sampai empat hari tanpa ada hasil untuk daerah, itu hanya buang-buang anggaran,” tegas Agung yang juga merupakan praktisi hukum.
Agung berharap DPRD Kotim ke depan lebih fokus pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjalin kerja sama konkret bersama mitra kerja di daerah.
“Jangan sampai terulang seperti periode sebelumnya, kunker serombongan dengan biaya besar, tapi hasilnya minim. Bahkan materinya sering diulang-ulang. Di era digital seperti sekarang, banyak hal bisa dilakukan tanpa harus bepergian,” pungkasnya.
Ia mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap wakil rakyat sangat besar. Oleh karena itu, DPRD harus mulai membuktikan kinerjanya agar tidak kehilangan kepercayaan masyarakat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post