SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap memasuki era baru pengelolaan sampah dan limbah medis yang lebih ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan kunjungan CEO Nusa Suriamas Group asal Malaysia, Abu Sarin Baha, ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampit bersama Wakil Bupati Kotim, Irawati.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan pembangunan pabrik pengelolaan limbah medis modern yang akan menggunakan teknologi asal Korea Selatan. Pabrik ini diyakini dapat mengolah hingga 7,2 ton limbah medis per hari, mengurangi ketergantungan pada pengiriman limbah ke luar daerah yang selama ini berisiko mencemari lingkungan.
“Kami melihat Kotim punya potensi besar untuk menjadi pelopor daerah dengan sistem pengelolaan limbah medis yang lebih ramah lingkungan di Kalimantan Tengah,” kata Abu Sarin.
Pemerintah daerah menyambut hangat inisiatif ini. Wakil Bupati Irawati menyebut kerja sama ini tidak hanya sebagai investasi ekonomi, tetapi juga langkah strategis melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Dengan teknologi tinggi dan dukungan penuh dari investor, kami ingin memastikan limbah medis diolah dengan aman, tidak mencemari tanah, air, dan udara,” ujar Irawati, Jumat 11 April 2025.
Lahan seluas empat hektare telah disiapkan, yang memungkinkan pengembangan fasilitas berkelanjutan, termasuk kemungkinan pengelolaan limbah rumah tangga di masa depan.
Proyek ini diproyeksikan selesai dalam satu tahun, setelah tahap studi kelayakan dan perizinan rampung. Selain mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik, proyek ini juga akan menyerap tenaga kerja lokal dan membuka peluang pelatihan teknologi pengelolaan limbah bagi masyarakat.
Langkah ini mendapat dukungan luas dari pegiat lingkungan yang menilai Kotim mulai menunjukkan komitmen serius dalam membenahi sistem pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
“Sebelumnya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Nusa Suriamas Group dan Pemkab Kotim telah dilakukan pada Maret 2025, sebagai tonggak awal kerja sama strategis di bidang pengelolaan limbah,”ucapnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post