PALANGKA RAYA – Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) nomor urut 2, Nadalsyah Koyem dan Supian Hadi, menegaskan komitmen mereka untuk bekerja selama lima tahun penuh demi kesejahteraan masyarakat Kalteng, jika terpilih pada Pilkada 2024.
Pernyataan ini disampaikan keduanya setelah mengikuti debat publik ketiga di Aula Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Rabu 21 November 2024. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024. Hanya butuh 2 menit di TPS, cukup dengan mencoblos nomor 2 menggunakan paku dari KPU. Insya Allah, kami akan bekerja lima tahun penuh untuk masyarakat Kalteng,” kata Nadalsyah.
Mantan Bupati Barito Utara dua periode itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Kalteng yang telah menyambut baik kehadiran mereka selama hampir dua bulan berkeliling melakukan sosialisasi. “Terima kasih kepada masyarakat Kalteng yang telah menerima kami dengan baik. Mereka juga menyampaikan keluhan-keluhan yang akan menjadi bahan catatan untuk program-program kami jika terpilih,” tambahnya.
Sementara itu, Supian Hadi, yang merupakan mantan Bupati Kotawaringin Timur dua periode, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan blusukan ke lebih dari 600 desa di Kalteng. Ia menargetkan untuk mengunjungi total 670 desa, dengan 47 desa yang belum ia kunjungi.
“Banyak kendala yang perlu kita perbaiki, terutama dalam hal infrastruktur seperti jalan, listrik, dan air bersih. Kami akan fokus pada peningkatan fasilitas dasar ini,” ujarnya. Terkait dengan layanan kesehatan, Supian Hadi memastikan bahwa setiap warga yang memiliki KTP Kalteng, termasuk mereka yang baru tinggal kurang dari tiga bulan, akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.
Dia menegaskan bahwa ini adalah hak yang dijamin oleh undang-undang. “Kesehatan itu hak setiap warga. Bagi siapa saja yang memiliki KTP Kalteng, termasuk mereka yang baru beberapa bulan tinggal di sini, kami akan memberikan layanan kesehatan secara gratis. Kami akan menjamin mereka mendapatkan perawatan, terutama di UGD jika terjadi kecelakaan atau sakit,” tambahnya.
Supian juga menegaskan bahwa layanan kesehatan tidak hanya terbatas pada mereka yang sudah lebih dari tiga bulan tinggal di Kalteng. Ia mengimbau masyarakat yang belum mengganti KTP untuk segera melakukannya agar bisa mendapatkan layanan secara penuh.
“Jadi, urusan kesehatan bukan hanya soal KTP, kita akan layani semua. Tapi jika ingin layanan gratis secara penuh, segeralah ganti KTP Kalteng,” tutup Supian Hadi, yang juga menyebutkan berbagai program sosial lainnya seperti bantuan pendidikan dan kebutuhan dasar.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post