SAMPIT – Dalam rangka melakukan sosialisasi di Kecamatan Pulau hanaut, calon Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan, bahwa pembangunan di daerah itu akan dimaksimalkan pada tahun 2025 mendatang.
“Karena Kecamatan Pulau Hanaut merupakan salah satu Kecamatan tertinggal, melihat dari letaknya yang terpisah. Walaupun sebenarnya letak jaraknya dekat, namun pulaunya terpisah oleh sungai mentaya yang cukup lebar,” kata Halikin, Rabu 20 November 2024.
Sehingga ujarnya, di daerah ini ada beberapa pembangunan yang cukup mendesak seperti yang disampaikan masyarakat. Di antaranya pembangunan jalan tembusan dari Kecamatan Pulau h
Hanaut ke Kota Sampit.
“Hal ini sudah masuk ke dalam program kita, kemarin kita kerjasama dengan pihak provinsi dan ini sudah disepakati yaitu pada tahun 2025 akan mulai dikerjakan. Bahkan sudah dianggarkan di tingkat provinsi dengan nilai Rp 200 miliar, mudah-mudahan tidak ada perubahan saat pembahasan di DPRD tingkat provinsi,” ungkapnya.
Mengingat saat ini masih menunggu pengesahan alat kelengkapan dewan, khususnya ketua dan jajaran ketua di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Sehingga masih ada kemungkinan terjadi perubahan anggaran.
“Namun tentu harapan Kita nantinya jalan ini terealisasi, dan tidak hanya pada Kecamatan Pulau Hanaut namun juga sampai ke daerah Pagatan serta Mendawai dan Kabupaten Katingan. Bahkan kedepan jalan itu bisa menyusuri sampai ke Kalimantan Selatan,” tegas Halikin. Karena menurutnya, jika jalan ini benar terealisasi, maka bisa menghemat waktu perjalanan sampai dengan 3 jam bahkan lebih.
“Dan juga disampaikan masyarakat terkait kelistrikan, saat ini sudah mulai masuk PLN secara bertahap di daerah ini. Meski baru ada 4 RT yang masuk, karena jangkauan terlalu jauh. Ini sudah diprogramkan oleh PLN sewaktu saya masih aktif atau belum cuti sebagai bupati Kotim kemarin, sudah ada laporan bahwa PLN akan memasang tiang serta sutetnya lewat Pulau Lepeh,”bebernya.
Yaitu ada 4 tiang di Pulau Lepeh. Yang mana pada saat ia masih aktif bertugas, PLN melaporkan masih perlu kajian kekuatan dan ketahanan di wilayah itu. Sehingga kemungkinan sekarang tahapan itu sudah selesai, dan hanya menunggu anggaran.
“Maka dari itu nantinya untuk aliran listrik ke Pulau Hanaut tidak lagi mengambil dari jalan yang melewati hutan yang biasanya banyak mengalami gangguan yang menyebabkan listrik mati,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post