SAMPIT – Gatot, seorang pedagang pentol yang sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan Taman Kota Sampit, menyuarakan harapannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Rudini dan Paisal. Seperti banyak pedagang kaki lima lainnya, Gatot berharap pasangan ini, jika terpilih, akan lebih memperhatikan kesejahteraan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari usaha di ruang publik, khususnya di Taman Kota Sampit.
Bagi Gatot dan rekan-rekan seprofesinya, Taman Kota Sampit bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga menjadi salah satu pusat aktivitas warga Kotim, terutama di sore dan malam hari. Para pedagang kaki lima di tempat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika ekonomi kecil di kota tersebut. Namun, di balik geliat ekonomi ini, para pedagang berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah daerah, terutama dalam hal regulasi dan fasilitas yang dapat memudahkan mereka berjualan.
“Kami berharap pasangan Rudini dan Paisal, jika nanti terpilih, bisa memberikan perhatian lebih kepada kami, para pedagang kecil di sini. Walaupun iuran yang kami bayarkan saat ini tidak terlalu memberatkan, kami tetap berharap ada bentuk bantuan konkret dari pemerintah untuk meningkatkan usaha kami,” kata Gatot, Minggu 22 September 2024.
Iuran yang disebut Gatot adalah kontribusi rutin yang dikeluarkan pedagang kaki lima di kawasan taman untuk mendapatkan izin berjualan dan menjaga kebersihan lingkungan. Meski iuran tersebut dianggap tidak terlalu membebani, Gatot menekankan bahwa pedagang berharap adanya bantuan tambahan, seperti fasilitas pendukung, pengembangan usaha, hingga pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing.
“Selain bantuan langsung, kami juga berharap pemerintah bisa memberikan pelatihan atau dukungan usaha. Misalnya, bagaimana mengelola usaha lebih baik, menjaga kebersihan dan penataan lapak agar taman tetap terlihat rapi dan nyaman bagi pengunjung,” lanjut Gatot. Selain itu, beberapa pedagang di taman kota juga mengeluhkan mengenai keterbatasan fasilitas umum yang ada.
Mereka berharap ke depannya, pasangan calon Rudini-Paisal, jika memimpin, dapat menambah sarana-prasarana yang lebih mendukung kegiatan berjualan di area tersebut. Misalnya, penerangan yang lebih baik di malam hari, tempat sampah yang lebih memadai, serta penataan tempat yang lebih rapi sehingga para pedagang dan pengunjung bisa merasa lebih nyaman.
Taman Kota Sampit sendiri merupakan salah satu tempat favorit warga untuk bersantai, berolahraga, atau sekadar berkumpul bersama keluarga. Keberadaan pedagang kaki lima seperti Gatot sangat membantu menambah daya tarik tempat ini, karena pengunjung bisa menikmati jajanan lokal dengan harga terjangkau. Namun, tantangan yang dihadapi para pedagang cukup beragam, dari regulasi hingga fasilitas yang kurang memadai.
Pasangan calon Rudini dan Paisal sendiri, yang didukung oleh banyak elemen masyarakat, termasuk dari kalangan usaha kecil, diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi pelaku usaha kecil dan mikro di Kotim. Dalam beberapa kesempatan kampanye, Rudini telah menyatakan komitmennya untuk memberdayakan UMKM dan pedagang kecil, sebagai bagian dari program peningkatan ekonomi daerah.
“Kami sangat berharap nantinya, pasangan ini dapat merealisasikan janji-janji mereka untuk lebih mendukung usaha kecil seperti kami. Kami pedagang kaki lima hanya ingin pemerintah tidak hanya memperhatikan usaha besar, tetapi juga pedagang kecil yang ikut membantu perputaran ekonomi lokal,” tambah Gatot.
Dengan semakin berkembangnya Kota Sampit sebagai pusat ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur, keberadaan pedagang kaki lima menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Gatot dan para pedagang lainnya terus berharap bahwa siapapun yang terpilih nantinya akan memberikan perhatian lebih untuk mendukung keberlangsungan usaha kecil di area publik seperti Taman Kota Sampit.
(gus/matakalteng)




















