SAMPIT – Persoalan menjadi calon legislatif (caleg) saat ini memang tengah panas dibahas. Terutama banyak caleg yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat yang sudah memiliki kedudukan di pemerintahan hingga di legislatif sendiri.
Hal ini membuat persaingan antar caleg kerap kali diwarnai dengan latar belakang keluarga, hingga hal ini banyak menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat, tak luput jadi sorotan para pengamat sosial dan politik di daerah ini.
“Kita akui, memang ada beberapa kader partai khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hebat-hebat, dalam artian handal dan cukup berpengaruh di partainya masing-masing, mencalonkan diri sebagai caleg baik di daerah kabupaten, provinsi bingga DPR pusat,” kata pengamat sosial dan politik di Kotim, M Sofyan, Selasa 5 Desember 2023.
Bahkan ujarnya, banyak pencalonan ini memiliki hubungan erat, dimulai dari bapak, ibu atau istri hingga anaknya serta keponakan mencalonkan secara bersamaan dalam satu kontestan politik.
“Walaupun pencalonan itu beda daerah pemilihan (dapil), misal ada yang di Kecamatan Baamang dan lainnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, bahkan tidak ada larangan dalam hal tersebut. Akan tetapi hal ini terlihat sangat lucu,”tegasnya.
Lebih lanjut Sofyan menambahkan, kondisi demikian bisa mempengaruhi masyarakat bahkan bisa muncul anggapan satu keluarga KKN Caleg hingga dinasti kekuasaan pemerintahan yang pada akhirnya mencari keuntungan.
“Tentunya kita berharap partai-partai yang ada di Kotim ini sudah secara selektif dan adil dalam memilik kader untuk maju pada pileg mendatang. Sehingga tidak ada unsur kekerabatan di dalamnya ketika sudah menjabat nantinya, namun semua harus berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan sekelompok orang saja,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post