SAMPIT – Sebagai upaya pembukaan lapangan kerja khususnya di daerah kabupaten Kotawaringin Timur, pasangan calon petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotim 2024 yakni Halikinnor-Irawati menyampaikan gagasan pihaknya. Baik yang telah dilaksanakan pada masa kepemimpinan pertama maupun yang akan datang jika terpilih kembali.
“Kita berupaya membukanya lapangan pekerjaan di daerah, salah satunya yang sudah kita lakukan membangun pabrik pengolahan pakan ikan di Desa Sungai Ijum Raya,”kata Halikinnor, Jumat 1 November 2024.
Karena kata Halikin, ia sudah mencoba sendiri membuat kolam ikan di wilayah itu, ternyata rugi lantaran mahalnya harga pakan ikan. Sehingga tidak heran banyak pengelola tambak ikan yang beralih profesi.
“Makanya dengan kehadiran pengolahan pakan ikan diharap dapat membantu memberdayakan para pengelola tambak ikan di daerah ini karena harga pakan yang terjangkau. Semoga pada Hut Kotim 7 Januari mendatang pabrik itu bisa kita resmikan,”ujarnya.
Ke depannya lanjut Halikin, keberadaan pabrik pakan ikan tersebut dapat menekan harga pakan paling tinggi Rp 7.000 sehingga para pengelola tambak ikan bisa mendapatkan untung dengan selisih harga pakan yang saat ini masih berada di harga Rp 16.000 per kg nya.
“Harapan saya warga bisa membuat kolam ikan di depan rumah untuk menambah pencaharian,”unkapnya.
Selain itu tambahnya, keberadaan pabrik pakan ternak di wilayah kecamatan Parenggean juga akan dimaksimalkan. Karena selama ini pemenuhan daging sapi, telur dan daging ayam masih banyak mendatangkan dari luar daerah.
“Hal itu lantaran produksi peternakan di daerah masih rendah. Dengan kehadiran pabrik di kecamatan Parenggean tersebut bahkan ditaksir bisa memenuhi kebutuhan pakan tidak hanya di Kotim namun wilayah Kalteng,”tegasnya.
Pada saat ini, kebutuhan pakan ternak unggas di Kalteng lebih kurang sebesar 338,25 ribu ton. Sebanyak 172,65 ribu ton untuk usaha unggas yang bergabung dalam korporasi, yang sudah terbangun sistem hulu-hilirnya.
Sedangkan untuk kebutuhan peternak mandiri atau peternak rakyat sebesar 165,60 ribu ton yang diperlukan jaminan ketersediaan dan harga yang terjangkau.
“Kehadiran pabrik pakan di Parenggean ini diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan usaha peternakan unggas mandiri, dan menarik minat investasi dalam pengembangan usaha,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post