SAMPIT – Setelah dikabarkan keberangkatan Pesawat Nam Air ATR 600 dari Bandara Juanda Surabaya menuju Sampi, Senin 22 Maret 2021 sore kemarin gagal. Pihak Nam Air mengaku belum bisa memberikan keterangan secara detail apa permasalahan yang terjadi sehingga pesawat gagal mendarat di Sampit dan harus kembali ke Surabaya.
Indra selaku Session Manajer Nam Air di Surabaya saat dikonfirmasi hanya mengatakan ada trouble di pesawat sehingga tidak bisa mendarat. Namun ketika ditanyakan apa trouble tersebut pihaknya mengaku belum bisa mengatakan.
“Ada trouble di pesawat kami, jadi karena mementingkan keselamatan penumpang dan tidak bisa lepas landas juga akhirnya kita memutuskan balik ke Surabaya. Mohon maaf kami belum bisa menginformasikan terlebih dahulu masalah yang dialami pesawat, saya masih koordinasi dengan kantor pusat. Karena ini informasi yang vital menurut kami,” ujarnya, Selasa 23 Maret 2021.
Namun dirinya membenarkan pernyataan dari salah satu penumpang yang berasal dari Sampit yakni Sugeng yang mengatakan, mereka mengudara selama kurang lebih 1 jam yang kemudian kembali lagi ke Surabaya.
Sedangkan untuk pernyataan Sugeng terkait ada pramugari yang menginformasikan ada kerusakan baling-baling sebelah kiri pesawat, bahkan para penumpang sempat panik dan berteriak karena khawatir akan jatuh ke laut. Indra tidak memberikan komentar dan mengaku belum bisa menjelaskan.
“Sementara yang bisa saya sampaikan ada trouble di pesawatnya, tapi semua penumpang Alhamdulillah selamat. Pesawat juga mendarat di Surabaya dengan mulus tidak ada kendala,” beber Indra.
Lebih lanjut dikatakannya, mengenai informasi dari penumpang yang mengatakan ada pemeriksaan pesawat sebelum berangkat merupakan hal yang wajar dilakukan setiap ada pesawat yang akan berangkat. “Setiap pesawat yang mau berangkat pasti ada pemeriksaan rutin, setiap hari pasti ada pemeriksaan pesawat,” tegasnya.
Dirinya juga mengatakan, untuk penumpang yang gagal mendarat di Sampit kemarin ada beberapa yang membatalkan penerbangan, ada juga yang ikut penerbangan hari ini. Sedangkan saat ditanyakan berapa jumlah penumpang yang berada dalam pesawat saat itu, Indra lagi-lagi mengaku tidak bisa menginformasikan karena bersifat vital.
“Untuk informasi penumpang ada berapa itu juga menurut kami informasi yang vital, jadi saya tidak bisa mengeluarkan statement tersebut ke luar. Saya harus koordinasi terlebih dahulu,” tutupnya.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post