SAMPIT – Masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan adanya sebuah video warga Baamang menangkap seorang bocah yang kedapatan melakukan pencurian celana dalam milik emak-emak.
Dalam video berdurasi kurang lebih 50 detik tersebut menayangkan sejumlah warga menangkap seorang bocah berbaju kaos warna merah bercelana jeans biru. Bocah lelaki tersebut ternyata sudah diincar oleh salah seorang wanita yang kerap kali kehilangan celana dalam saat dijemur.
“Aduh ini maling celana dalam. Ini manusianya. Astagfirullahaladzim, malu aku,” kata Rahmat sembari merekam kejadian itu, Selasa 1 September 2020.
Menurut informasi, pelaku tidak mengakui perbuatannya. Namun hal itu disangkal oleh korban yang sudah mengintai pelaku dari dalam dapur rumah. Pelaku lalu dibawa kerumah orangtuanya serta diberikan teguran agar tidak mengulangi hal serupa.
“Untuk warga Kotim, terutama wanita sebaiknya lebih berhati-hati lagi saat menjemur pakaiannya. Tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang melakukan perbuatan serupa,” tutur Rahmat. Sementara itu, Dewi salah seorang Sarjana Psikologi mengatakan perbuatan anak yang menyimpang tidak luput dari kurangnya pengawasan dari orangtua maupun kerabat yang bersangkutan.
Perempuan berusia 25 tahun ini meminta kepada seluruh warga agar tidak menuebarluaskan video tersebut guna menghindari terjadinya gangguan psikologis si anak meski perbuatan yang dilakukan tidak terpuji.
“Orangtua juga harus lebih memperhatikan kegiatan anaknya saat berada diluar rumah, berikan pendidikan agama yang baik agar perilakunya tidak menyimpang. Sangat disayangkan tersebarnya video ini. Meski disensor mukanya, psikis anak bisa terganggu. Saya mohon dihapus atau tidak disebarkan kembali. Permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Dewi.
(shb/matakalteng.com)

















Discussion about this post